PejuangKantoran.com - Gambar atau foto editan AI sering diberi watermark untuk menandai bahwa image tersebut merupakan hasil rekaan. Nah, bagaimana kalau sekarang teks buatan AI juga diberi watermark alias markah tinta?
Hal inilah yang dilakukan oleh Anthropic. Perusahaan di balik kecerdasan buatan Claude ini resmi memasang watermark pada setiap teks yang dihasilkan oleh modelnya. Langkah ini diambil setelah Anthropic menyepakati aturan transparansi konten AI di Uni Eropa.
Markah tinta ini bukan berupa logo atau tulisan yang terlihat di layar, melainkan kode khusus yang tersembunyi (invisible watermark). Bagi mata manusia, teksnya tetap terbaca normal, enak dipahami, dan tidak mengalami penurunan kualitas sama sekali. Namun, sistem komputer dan mesin pendeteksi bisa membaca jejak digital tersebut dengan sangat mudah.
Baca Juga: Capek Kerja Tapi Tetap Mau Olahraga? Coba Konsep Low Effort Workout untuk Pekerja Sibuk
Yang perlu kamu perhatikan, tanda air ini juga tidak langsung hilang saat kamu menyalin (copy-paste) teksnya ke dokumen lain. Bahkan meski kata-katanya sudah diedit atau diubah tipis-tipis, watermark tersebut tetap menempel.
Jejak digital ini baru benar-benar pudar kalau teksnya terlalu pendek atau jika teks tersebut dirombak total oleh manusia.
Cara kerja watermark Claude
Sistem ini bekerja otomatis langsung dari modelnya. Mau kamu mengakses lewat API, fitur coding, Google Cloud, AWS, maupun platform lainnya, teks keluarannya akan ditandai secara otomatis.
Bahkan jika kamu hanya memakai Claude untuk menerjemahkan dokumen, merapikan format, atau meringkas artikel tugas kantor, hasil akhirnya tetap akan diberi tanda air oleh Anthropic demi menjaga prinsip kehati-hatian.
Baca Juga: Takut AI Merebut Pekerjaan? Ini 5 Skill yang Bikin Gen Z Tetap Dibutuhkan di Dunia Kerja
Rencana awalnya, fitur ini berlaku di wilayah Uni Eropa mulai 2 Agustus. Tapi, Anthropic berniat memperluas sistem watermark ini secara global. Mereka juga sedang menyiapkan alat khusus agar masyarakat umum bisa mendeteksi tanda tersebut.
Gimana kalau ketahuan pakai AI?
Hadirnya watermark di Claude ini bikin kita bertanya-tanya: sebenarnya orang-orang peduli nggak sih, kalau tulisan mereka ketahuan buatan AI?
Di satu sisi, transparansi ini bagus biar konsumen nggak terkecoh oleh artikel buatan bot. Perusahaan AI juga terbantu karena internet tidak dibanjiri teks buatan mesin yang nantinya malah dipakai buat melatih AI generasi baru.
Ddi sisi lain, penggunaan AI untuk sekadar merapikan email atau naskah untuk keperluan pekerjaan sudah makin lumrah. Aplikasi seperti Gmail bahkan dikabarkan mulai dilirik oleh layanan pendeteksi AI.
Artikel Terkait
The End of Oak Street: Anne Hathaway dan Ewan McGregor Terjebak di Dunia Dinosaurus, Dalam Kejadian Kosmis Misterius
Jelang Konser Perayaan 30 Tahun Bermusik di Tennis Indoor Senayan, Ungu Rilis Single 'Utara-Selatan'
Ini Sayuran yang Paling Baik untuk Otak, Jantung, dan Kesehatan Usus
87 Ribu Pekerja Klaim JHT karena PHK hingga Mei 2026, Pasar Kerja Masih Tertekan
Lowongan Kerja di Kedutaan Besar Inggris Jakarta, Gaji Rp9,3 Juta
Ownership Itu Bisa Menjadikan Proyek Selesai dengan Baik. Hindari Salah Paham yang Umum Terjadi, Ya!
Godaan Paylater Saat Hendak Berlibur, Nikmatnya Jalan-Jalan Dulu, Bayar Belakangan, Awas Malah Boncos