BLT ala Singapura, Bukan Sekadar Bagi Uang, Ini Cara Singapura Menentukan Penerima Bantuan Tunai dan Pelajarannya untuk Indonesia

photo author
Adhityaswara Nuswandana, Pejuang Kantoran
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Lebih dari 2,4 juta warga dewasa Singapura akan menerima bantuan tunai S$400–S$600 (kisaran 5,6 juta rupiah – 8,4 juta rupiah) mulai September 2026. Bantuan ini tidak diberikan secara seragam kepada semua warga, melainkan ditentukan berdasarkan pendapatan, nilai rumah, dan kepemilikan properti. (ChatGPT/PejuangKantoran.com)
Lebih dari 2,4 juta warga dewasa Singapura akan menerima bantuan tunai S$400–S$600 (kisaran 5,6 juta rupiah – 8,4 juta rupiah) mulai September 2026. Bantuan ini tidak diberikan secara seragam kepada semua warga, melainkan ditentukan berdasarkan pendapatan, nilai rumah, dan kepemilikan properti. (ChatGPT/PejuangKantoran.com)

PejuangKantoran.com - Lebih dari 2,4 juta warga dewasa Singapura akan menerima bantuan tunai S$400–S$600 (kisaran 5,6 juta rupiah – 8,4 juta rupiah) mulai September 2026 untuk membantu menghadapi kenaikan biaya hidup. Hal itu ramai diberitakan oleh media-media Singapura salah satunya, The Straits Time

Menariknya, bantuan ini tidak diberikan secara seragam kepada semua warga, melainkan ditentukan berdasarkan pendapatan, nilai rumah, dan kepemilikan properti. Kebijakan tersebut menarik perhatian karena menunjukkan bagaimana pemerintah Singapura merancang bantuan sosial agar lebih terarah sekaligus menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Gelombang PHK di Meta Pangkas 8.000 pekerjaan, Staf di Singapura Kena Mental Diberitahu Jam 4 Pagi

Baca Juga: Gaji Tinggi, tetapi Mengapa Pekerja Singapura Termasuk yang Paling Tidak Bahagia di Asia?

Bukan Sekadar “Bagi-Bagi Uang”

Bantuan yang disebut Cost-of-Living Special Payment ini merupakan bagian dari paket dukungan hampir S$1 miliar yang disiapkan pemerintah Singapura untuk meredam tekanan kenaikan biaya hidup.

Warga yang memenuhi syarat tidak perlu mengajukan permohonan. Pembayaran akan dilakukan secara otomatis melalui PayNow, GIRO, atau GovCash, mulai 9 September 2026.

Namun, ada mekanisme yang membuat kebijakan ini berbeda dari bantuan tunai dengan nominal seragam.

Pemerintah mempertimbangkan Assessable Income—pendapatan yang menjadi dasar perhitungan pajak—serta Annual Value (AV) rumah dan jumlah properti yang dimiliki. Warga dengan pendapatan hingga S$100.000 dan tidak memiliki lebih dari satu properti dapat memenuhi syarat, dengan besaran bantuan berada di kisaran S$400–S$600.

Dengan kata lain, pemerintah mencoba mengarahkan bantuan berdasarkan kondisi ekonomi penerima, bukan semata-mata berdasarkan status sebagai warga negara.

Mengapa Model Ini Menarik?

Pendekatan tersebut memperlihatkan satu prinsip penting dalam kebijakan bantuan sosial: semakin tepat sasaran, semakin besar peluang anggaran benar-benar membantu kelompok yang membutuhkan.

Di tengah tekanan harga energi, makanan, dan kebutuhan sehari-hari, bantuan tunai dapat memberikan ruang bernapas bagi rumah tangga. Singapura juga mempercepat pemberian CDC Vouchers sebagai bagian dari respons terhadap meningkatnya biaya hidup.

Tetapi pemerintah tidak hanya mengandalkan bantuan tunai. Paket tersebut merupakan bagian dari respons yang lebih luas terhadap kondisi ekonomi dan dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga energi serta rantai pasok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Adhityaswara Nuswandana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X