5 Alasan Tak Terduga Perusahaan-perusahaan di Jepang Sangat Lambat dalam Mengadopsi AI

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:12 WIB
Ilustrasi: Data OECD mencatat, cuma sekitar 8,4% pekerja di Jepang yang memakai AI. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Data OECD mencatat, cuma sekitar 8,4% pekerja di Jepang yang memakai AI. (Freepik/Pressfoto)

• Jangan langsung pakai AI untuk ambil keputusan besar. Manfaatkan AI untuk tugas-tugas sederhana dulu seperti menyusun draf email, merangkum dokumen, atau mencatat hasil rapat.

• Tiru pendekatan perusahaan di AS. Anggap AI sebagai asisten magang yang bisa dicoba dulu, lalu diperbaiki pelan-pelan jika ada kekeliruan.

• Sediakan pelatihan dasar AI literacy untuk karyawan yang ada, ketimbang cuma berharap pada rekrutmen karyawan yang muda-muda.

• Pelan-pelan rapikan dan digitalisasi data internal. AI tidak akan bekerja maksimal kalau basis datanya masih berupa tumpukan kertas manual.

Jepang mungkin anti dengan disrupsi teknologi. Tapi kalau perusahaan Jepang tidak segera mengubah kebiasaannya, atau menggunakan AI di tempat kerja, peningkatan produktivitas akan tetap sulit dicapai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: BBC

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X