• Jangan langsung pakai AI untuk ambil keputusan besar. Manfaatkan AI untuk tugas-tugas sederhana dulu seperti menyusun draf email, merangkum dokumen, atau mencatat hasil rapat.
• Tiru pendekatan perusahaan di AS. Anggap AI sebagai asisten magang yang bisa dicoba dulu, lalu diperbaiki pelan-pelan jika ada kekeliruan.
• Sediakan pelatihan dasar AI literacy untuk karyawan yang ada, ketimbang cuma berharap pada rekrutmen karyawan yang muda-muda.
• Pelan-pelan rapikan dan digitalisasi data internal. AI tidak akan bekerja maksimal kalau basis datanya masih berupa tumpukan kertas manual.
Jepang mungkin anti dengan disrupsi teknologi. Tapi kalau perusahaan Jepang tidak segera mengubah kebiasaannya, atau menggunakan AI di tempat kerja, peningkatan produktivitas akan tetap sulit dicapai.
Artikel Terkait
PBB Buka Lowongan Internship di Indonesia, Pelajari Ekonomi dan Kebijakan Pembangunan
Lulusan S1 Banyak Menganggur, Ini 5 Jurusan dengan Jumlah Pengangguran Terbesar
Ingat! Tidak Semua Tren Fitness dan Kesehatan di Media Sosial Harus Kamu Ikuti. Karena Belum Tentu Aman Lho Buat Kita
Tren Olahraga Low Impact, Mengapa Pilates, Nordic Walking, sampai Reformer Makin Digemari?
BLT ala Singapura, Bukan Sekadar Bagi Uang, Ini Cara Singapura Menentukan Penerima Bantuan Tunai dan Pelajarannya untuk Indonesia
Rasa Pusing dan Mual Ketika Naik Mobil Listrik, Ternyata Ada Penjelasan Ilmiahnya
Lore Chasing: Tren Liburan Spontan di Tahun 2026