Kamis Putih dan Maknanya Buat Umat Katolik di Seluruh Dunia

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Rabu, 5 April 2023 | 17:34 WIB
Warna Baju Untuk Kamis Putih yang Telah Diubah Oleh Gereja Katolik Sesudah Konsili Vatikan II (freepik.com/author/freepik)
Warna Baju Untuk Kamis Putih yang Telah Diubah Oleh Gereja Katolik Sesudah Konsili Vatikan II (freepik.com/author/freepik)

 

PejuangKantoran.com - "Misa Kamis Putih" adalah sebuah tradisi Katolik di mana sebuah misa khusus dilangsungkan pada hari Kamis sebelum Minggu Paskah, juga dikenal sebagai Kamis Suci atau Malam Perjamuan Terakhir. 

Misa ini memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus dengan para murid-Nya sebelum penyaliban-Nya.

Selama "Misa Kamis Putih," seorang imam melakukan pencucian simbolis pada kaki dua belas umat, meniru tindakan Yesus mencuci kaki murid-murid-Nya. Misa ini juga mencakup pengudusan minyak suci yang akan digunakan dalam sakramen sepanjang tahun.

Baca Juga: Pencari Kerja Gen Z Sudah Meminta Work-Life Balance Sejak Wawancara Kerja Pertama

Misa Kamis Putih  diperingati oleh umat Katolik di Indonesia dan di seluruh dunia.

Perayaan Misa Kamis Putih adalah salah satu perayaan penting dalam agama Katolik yang jatuh pada hari Kamis sebelum Paskah. Pada hari ini, umat Katolik memperingati peristiwa terakhir sebelum Yesus Kristus ditangkap, diadili, dan disalibkan.

Perayaan ini juga melambangkan Perjamuan Terakhir yang dilakukan Yesus bersama para murid-Nya sebelum Ia ditangkap. Pada perjamuan ini, Yesus memberikan Ekaristi kepada murid-murid-Nya sebagai tanda tubuh dan darah-Nya yang akan disalibkan untuk menebus dosa manusia.

Selama Misa Kamis Putih, umat Katolik juga memperingati ajaran Yesus tentang pelayanan dan kasih yang harus ditunjukkan kepada sesama. Mereka juga memohon pengampunan atas dosa-dosa mereka dan berjanji untuk berusaha menjadi lebih baik dalam mengikuti ajaran Kristus.

Baca Juga: Apple PHK Karyawan, Paling Sedikit di Antara Raksasa Teknologi Lain

Salah satunya dilambangkan dengan prosesi pencucian kaki. Prosesi pencucian kaki pada Misa Kamis Putih mengingatkan kita akan ajaran Yesus yang merendahkan diri-Nya untuk melayani orang lain.

Menurut catatan Alkitab, pada malam Perjamuan Terakhir, ketika Yesus dan para murid-Nya sedang makan malam bersama, Ia bangkit dari meja makan, melepas jubah-Nya, dan mengikat sehelai kain pelilit pada pinggang-Nya. Kemudian, Ia membasuh kaki para murid-Nya sebagai tanda kasih-Nya dan sebagai contoh pelayanan kasih yang harus dicontohi oleh setiap pengikut-Nya.

Dalam tradisi Gereja Katolik, prosesi pencucian kaki pada Misa Kamis Putih mengingatkan kita akan pentingnya pelayanan kasih dalam hidup seorang Kristen. 

Baca Juga: Debut Solo Suga BTS Diumumkan, Ini Tanggal Resminya!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X