news

Penjualan Turun Drastis, Jaringan Toko Ritel Galeries Lafayette Menutup Tokonya di Beijing

Kamis, 28 Mei 2026 | 21:43 WIB
Format toko Galeries Lafayette yang lebih kecil dianggap jauh lebih pas dengan perilaku belanja konsumen modern. (Experience First)

Meski harus menutup beberapa toko, Galeries Lafayette tetap punya ambisi besar. Perusahaan keluarga asal Prancis yang sudah berdiri sejak 1894 ini berencana menginvestasikan dana sebesar €260 juta hingga tahun 2030. Tujuannya adalah memodernisasi toko-toko utama dan memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin ritel mewah global.

Pihak perusahaan mengatakan bahwa transformasi ini sebagai langkah strategis untuk ke depannya.

"Pembeli modern semakin memprioritaskan kenyamanan, layanan yang ditingkatkan, pengalaman yang lebih bermakna, dan rasa sejahtera," ungkap Galeries Lafayette.

Baca Juga: 6 Kejanggalan dari Pemalsuan Riset yang Diduga Dilakukan Peneliti Indonesia di Konferensi Internasional

Strategi mereka jelas, yaitu tidak lagi mengejar jumlah toko yang banyak, melainkan toko yang lebih lincah dan efektif. COO Alexandre Liot bahkan secara terbuka menyatakan ambisi mereka untuk menjadi peritel department store mewah terdepan di dunia pada tahun 2030.

Bagi peritel berusia 132 tahun ini, menutup beberapa toko ritel tersebut adalah bagian dari upaya agar mereka bisa bertahan untuk 100 tahun ke depan.

Halaman:

Tags

Terkini