Meski harus menutup beberapa toko, Galeries Lafayette tetap punya ambisi besar. Perusahaan keluarga asal Prancis yang sudah berdiri sejak 1894 ini berencana menginvestasikan dana sebesar €260 juta hingga tahun 2030. Tujuannya adalah memodernisasi toko-toko utama dan memperkuat posisi mereka sebagai pemimpin ritel mewah global.
Pihak perusahaan mengatakan bahwa transformasi ini sebagai langkah strategis untuk ke depannya.
"Pembeli modern semakin memprioritaskan kenyamanan, layanan yang ditingkatkan, pengalaman yang lebih bermakna, dan rasa sejahtera," ungkap Galeries Lafayette.
Strategi mereka jelas, yaitu tidak lagi mengejar jumlah toko yang banyak, melainkan toko yang lebih lincah dan efektif. COO Alexandre Liot bahkan secara terbuka menyatakan ambisi mereka untuk menjadi peritel department store mewah terdepan di dunia pada tahun 2030.
Bagi peritel berusia 132 tahun ini, menutup beberapa toko ritel tersebut adalah bagian dari upaya agar mereka bisa bertahan untuk 100 tahun ke depan.
Artikel Terkait
5 Pelajaran yang Bisa Kita Ambil dari Konsep 'La Dolce Vita' Orang Italia di Dunia Kerja
Imbal Hasil ST016 Berpotensi Ikut Naik Jadi 6,55% dan 6,75% usai BI Naikkan Suku Bunga Acuan
Pilates Tak Lagi Sekadar Soal Postur Tubuh, Studi Baru Ungkap Manfaat untuk Kesehatan Otak
10 Sinyal Tubuh yang Pantang Diabaikan Saat Lari
Perubahan Kapasitas Kerja Bisa Mengungkap Risiko Cuti Sakit Sejak Dini di Tempat Kerja
6 Kejanggalan dari Pemalsuan Riset yang Diduga Dilakukan Peneliti Indonesia di Konferensi Internasional
Ditampar Baim Wong saat Syuting 'Suamiku Lukaku', Acha Septriasa Alami Pecah Pembuluh Darah