Agar tubuh siap menghadapi perubahan, profesor ini mengatakan untuk mencoba mengikuti jadwal yang akan diikuti di zona waktu baru dalam penerbangan.
Jika kamu pergi pada siang hari, tetaplah terjaga. Jika sudah malam, usahakan untuk tidur. Pakai penyumbat telinga dan sesuatu untuk menutupi mata untuk dapat membantumu tidur.
Beberapa orang lebih suka penerbangan malam agar mereka bisa tidur sepanjang waktu, yang mungkin memudahkan untuk melanjutkan hari berikutnya dan tidur pada jam "normal".
Perlu diingat bahwa pendekatan ini hanya berfungsi jika penerbangan cukup lama untuk memastikan kualitas tidur yang cukup, yaitu sekitar 7 – 10 jam.
Hindari minum terlalu banyak kafein dan alkohol selama penerbangan. Keduanya dapat memperburuk jetlag dengan mengganggu kualitas tidur dan ritme sirkadian.
Lakukan ini ketika tiba di tempat tujuan
Ketika mendarat, kamu mungkin merasa lelah. Namun, tahan keinginan untuk tidur siang selama tiga jam jika itu siang hari.
Alasannya karena tidur pada waktu yang salah hanya akan mempersulit untuk tidur di waktu yang seharusnya nanti.
Jika kamu benar-benar harus tidur, satu jam sudah cukup untuk membuatmu terjaga sampai waktu tidur nanti.
Sedikit kafein dapat membantumu tetap terjaga saat Anda ingin tidur, tetapi jangan minum terlalu sore yang justru membuatmu sulit tidur di malam hari.
Baca Juga: Ini Penjelasannya Mengapa Daging Kurban Lebih Alot dari Daging yang Dijual atau di Restoran
Lalu, makan dan aktif pada jam yang sama seperti di tempat asal juga bisa membantu.
Misalnya, jika kamu biasanya makan siang lalu berjalan-jalan saat tengah hari, maka melakukan hal yang sama di tempat tujuan baru dapat membantu tubuh beralih ke jadwal baru.
"Semua yang kamu lakukan dapat berfungsi sebagai isyarat waktu, jadi cobalah untuk menyesuaikan aktivitas tersebut dengan jadwal waktu baru," katanya.
Penelitian menyarankan, mengonsumsi suplemen melatonin sebelum tidur juga dapat membantu mengatur ulang jam internal saat melewati zona waktu.