Bijaksana Mengelola Gaji, Awalnya karena Depresi

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Kamis, 14 Maret 2024 | 23:06 WIB
Menjadi hemat tetap perlu dilakukan meskipun kita memiliki gaji tetap (Andrea Piacquadio)
Menjadi hemat tetap perlu dilakukan meskipun kita memiliki gaji tetap (Andrea Piacquadio)

PejuangKantoran.com - Kemunculan perilaku untuk bijaksana mengelola gaji, awalnya karena depresi.

Laman Prudential.co.id memberikan catatan bahwa imbauan bagi pekerja kantoran bijaksana mengelola gaji berakar pada sejarah panjang masa lalu.

Ada rentetan nyaris 100 tahun untuk menyadarkan bahwa seorang pekerja kantoran wajib bijaksana mengelola gaji.

Pengelolaan gaji dilakukan untuk menekan risiko pemborosan gaji pekerja kantoran karena perilaku hidup konsumtif.

Gaji

Amerika Serikat mencatatkan momentum kali pertama di era modern untuk pengelolaan gaji secara bijak.

Pada 1929, merosotnya kondisi ekonomi dunia membuat depresi besar keuangan.

Istilah yang juga melanda banyak negara, tak cuma Amerika Serikat adalah Great Depression.

Untuk melampaui kondisi Great Depression, banyak orang belajar perilaku baru.

Perilaku baru itu adalah bersikap bijaksana mengelola gaji.

Lantaran ekonomi sulit itu, pertama, orang harus dan kian terbiasa menghargai uang.

Kedua, orang wajib berperilaku hidup hemat sekaligus mereduksi pemborosan penggunaan uang.

Lambat laun perilaku mengelola gaji secara bijak mendapatkan tempat dan sekaligus menerbitkan istilah baru.

Khalayak banyak, khususnya pekerja kantoran penerima gaji mengistilahkan perilaku bijak mengatur dan mengelola gaji dengan nama frugal living.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X