Pejuangkantoran.com – Dalam sepekan ini terlah beredar kabar bahwa kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) nenjadi 12% mulai tahun 2025 akan berimbas pada simpanan Masyarakat di perbankan. Simpanan ini berpotensi sulit sumbuh.
Menurut Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa, ini tak terlepas dari daya beli masyrakat yang berpotensi turun karena kenaikan PPN tersebut.
Meskipun minim, kenaikan PPN menjadi 12% ini tetap berdampak ke inflasi. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan berdasarkan perhitungan, dampak kenaikan PPN ke inflasi hanya 0,3%, year on year (yoy).
Menurut Suwijono, komponen utama yang mendorong inflasi utama, adalah volatile food atau bahan pangan bergejolak.
Terkait dengan simpanan di bank, apakah akan terdampak dengan inflasi? Jawabannya, terdampak.
Simpanan di bank bisa terdampak inflasi apabila:
- Suku bunga tabungan lebih rendah dari laju inflasi, maka daya beli uang akan menurun. Misalnya, jika laju inflasi 7% dan bunga tabungan 3%, maka uang yang disimpan di bank tidak akan cukup untuk membeli barang.
- Inflasi dapat menyebabkan depresiasi mata uang, sehingga nilai mata uang suatu negara menurun dibandingkan mata uang lainnya. Hal ini membuat barang menjadi lebih mahal.
Baca Juga: Inflasi Jadi Penyebab Separuh Lebih Golongan Kelas Menengah Di Dunia Hidup dari Gaji ke Gaji
Uang ‘menganggur” diapakan?
Apabila kamu punya simpanan uang ‘menganggur’, apabila terjadi inflasi, maka untuk ‘mengalahkan” inflasi tersebut, uang menggangur ini sebaiknya digunakan untuk:
- Investasi
Investasi ini pada dasarnya dilakukan dengan tujuan meraih financial freedom, melindungi aset dari inflasi, meningkatkan aset, atau menyiapkan dana darurat.
Investasi ada berbagai macam, ada investasi finansial, investasi jangka pendek, obligasi, valas, atau reksadana.
- Menabung di deposito
Bunga deposito umumnya setara dengan rata-rata nilai inflasi sehingga dana Tabungan tidak akan tergerus oleh inflasi. Dana yang didepositokan tidak bisa ditarik sebelum jatuh tempo karena akan dikenakan inflasi oleh bank.
Baca Juga: Tanda-tanda Inflasi Gaya Hidup: Katanya Mau Resesi tapi Masih Suka Belanja-belanja
Artikel Terkait
Rekomendasi Investasi Jangka Panjang Buat Pejuang Kantoran yang Mau Nabung!
Duh Aturan Bank Diperketat, Buka Tabungan Bisa Jadi Sulit
Gen Z Mulai Sadar Investasi, Simak Tips Cerdas Investasi Properti Berikut Ini
Survei: Perempuan Lebih Punya Rencana Investasi Dibanding Laki-laki
Sukuk Tabungan ST013 Sudah Bisa Dibeli Mulai 8 November, Imbal Hasilnya Jauh di Atas Deposito!