PejuangKantoran.com - Cuti haid selama dua hari secara resmi diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003. Sayangnya, banyak karyawan perempuan yang tidak memanfaatkan cuti tersebut.
Malahan, banyak karyawan yang memaksakan diri tetap bekerja sambil menahan nyeri haid. Bahkan, banyak yang tidak bisa menyampaikannya pada atasan atau bahwa mereka perlu beristirahat.
Baca Juga: Konser Nick Carter di Jakarta Batal, Bagaimana Cara Refund Tiketnya?
Penelitian yang dilakukan oleh Queensland University of Technology terhadap 247 pelajar dan pekerja menemukan, hanya 6,7% karyawan yang mau jujur kepada atasan tentang mengapa mereka harus meninggalkan pekerjaan atau tinggal di rumah saat menstruasi.
Kemudian, 87% dari mereka yang disurvei (96%-nya diidentifikasi sebagai perempuan) merasa bahwa menstruasi sering mengganggu pekerjaan atau studi mereka.
"Saya terkadang mengatakan bahwa saya sedang tidak enak badan dan perlu bekerja dari rumah agar dekat dengan kamar mandi. Saya akan membiarkan orang-orang mengasumsikan itu sebagai gangguan pencernaan," kata salah seorang responden.
Sementara responden yang lain mengatakan bahwa mereka merasa tidak nyaman untuk memberikan alasan untuk tidak masuk kerja, karena rasanya seperti dibuat-buat. Padahal, ia betulan sedang kesakitan.
Baca Juga: Cek Daftar Perguruan Tinggi Mitra Program Djarum Beasiswa Plus 2024/2025 di Wilayah Jawa
Produk menstruasi gratis
Topik menstruasi memang masih termasuk hal yang tabu dibicarakan, bahkan di banyak negara lain. Untungnya, mulai ada inisiatif yang bertujuan untuk membuat tempat kerja menjadi lebih inklusif bagi mereka yang sedang menstruasi.
Awal bulan ini, pegawai pemerintah negara bagian Victoria, Australia, yang mengalami nyeri haid, gejala menopause, dan perawatan bayi tabung, diberi cuti sakit tambahan selama lima hari sebagai bagian dari negosiasi Enterprise Bargaining Agreement (Perjanjian Kerja Bersama).
Namun Victorian Women's Trust menjadi perusahaan pertama di Australia yang memperkenalkan Menstrual and Menopause Wellbeing Policy (Kebijakan Kesejahteraan Menstruasi dan Menopause).
Organisasi lain termasuk Aintree Group, Fisher and Paykel Healthcare, Cura Day Hospitals Group dan bisnis olahraga Core Climbing juga ikut bergabung dalam inisiatif tersebut.
Sekolah-sekolah menyediakan pembalut gratis, begitu juga dengan dewan kota Melbourne, TAFE Queensland, dan universitas termasuk Griffith dan Monash.
Artikel Terkait
Contoh Jawaban untuk Pertanyaan “Mengapa Kami Harus Menerima Kamu?” saat Wawancara Kerja
Pendiri Mustika Ratu Mooryati Soedibjo Meninggal Dunia di Usia 96 Tahun
5 Pelanggaran yang Bikin Kamu Gagal Mengikuti Tes Online Tahap I Rekrutmen Bersama BUMN
Untung Besar di Kuartal I 2024, CEO Spotify Kaget dengan Dampak Negatif PHK terhadap Operasional
Resmi Ditetapkan sebagai Presiden Terpilih, Prabowo Apresiasi Pers sebagai Syarat Mutlak Demokrasi
Mau Beralih Jadi Karyawan Green Jobs? Yuk Bisa Yuk, Bantu Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim
Jumlah Pengguna Aktif Harian Threads Kalahkan Pengguna X, Beneran Bakal Jadi Twitter Killer?