Bagi Pemula MAF Training Fokus Membangun Fondasi Aerobik dan Melarang Latihan di Zona Anaerobik. Mengapa?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Senin, 16 Juni 2025 | 11:48 WIB
MAF Training bagi pemula pada prinsipya memperkuat fondasi aerobik seseorang. (Google Gemini)
MAF Training bagi pemula pada prinsipya memperkuat fondasi aerobik seseorang. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.comMAF Training atau Maximum Aerobic Function Training, diakui mampu secara efektif menurunkan berat badan jika disertai pola makan yang sehat dan benar. Ini karena bisa secara efektif membakar lemak dalam tubuh kamu. 

Inti dari metode ini adalah melatih tubuh kamu untuk menjadi lebih efisien dalam membakar lemak sebagai bahan bakar utama selama aktivitas aerobik (endurance).

Aktivitas aerobik adalah aktivitas latihan dengan detak jantung di zona aerobik. Rumus  detak jantung aerobik atau MAF Heart Rate adalah 180 dikurangi usiamu.

Itu adalah detak jantung maksimal saat melakukan aktivitas aerobik. Ini karena di zona detak jantung ini, tubuh secara efektif menggunakan lemak tubuh sebagai bahan bakar.

Sementara jika detak jantungmu sebagai pemula saat berolah raga atau beraktivitas melebih zona ini, makai ia akan masuk ke dalam zona detak jantung anaerobik. Kamu, sebagai pemula, tidak lagi berada dalam MAF Training.

Bahkan, MAF Training memang melarang atau menunda latihan anaerobik pada tahap awal atau tahap pemula. Ini karena di tahap awal atau pemula ini, fokus utama metode ini adalah membangun fondasi aerobik yang kuat terlebih dahulu.

MAF Training ingin melatih tubuh agar optimal di system aerobic terlebih dahulu. Ini supaya kamu bisa beaktivitas lebih lama, tidak cepat lelah, dan lebih sehat.

Baca Juga: Berniat Menurunkan Berat Tubuh Secara Signifikan? Lakukan Latihan dengan Metode MAF Training! 

Fisiologi Energi Sistem Aerobik Vs Anaerobik

Sistem energi aerobic mempunya ciri-ciri menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi dari lemak. Sementara system energi anaerobic menggunakan gula (glukosa) tanpa oskigen untuk ledakan energi yang cepat.

Sistem aerobik dominan saat intensitas ringan hingga sedang. Sistem ini lebih efisien, bisa berlangsung lama.

Sedangkan sistem anaerobik aktif saat intensitas tinggi. Sistem seperti ini cepat tapi energinya juga cepat habis dan menghasilkan asam laktat.

Seperti kamu tahu, ketika terjadi penumpukan asam laktat di otot, ia bisa menyebabkan kram otot. Oleh karena itu jika kamu sering mengalami kram saat olah raga, bisa jadi karena kamu kurang latihan sehingga dalam sekali aktivitas saja sudah mendorongmu masuk di zona anaerobik.

Berikut ini penjelasan ketika kamu terlalu cepat melakukan latihan intensitas tinggi (anaerobic) seperti interval, sprint, HIIT (High-Intensity Interval Training). Ketika kamu melakukan hal tersebut, maka tubuhmu akan:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X