5. Pasta
Pasta sering dianggap musuh utama diet. Padahal, pasta sebenarnya hanya sumber karbohidrat kompleks, terutama jika menggunakan whole wheat pasta dan dimakan dalam porsi seimbang.
Masalah biasanya muncul dari saus creamy berlebihan, topping ultra processed, atau porsi yang terlalu besar.
Jika dipadukan dengan sayuran, olive oil, atau protein lean, pasta tetap bisa menjadi bagian dari pola makan sehat.
Baca Juga: “Soft Socializing”, Tren Sosialisasi Baru Gen Z yang Lebih Santai dan Minim Drama
6. Dark Chocolate
Cokelat tidak selalu buruk untuk kesehatan. Dark chocolate dengan kadar kakao tinggi mengandung flavonoid dan antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung dan membantu mengurangi inflamasi.
Selain itu, dark chocolate juga dapat membantu mood dan memberikan rasa puas lebih cepat dibanding dessert ultra processed lainnya.
7. Avocado
Karena tinggi lemak, alpukat sering dianggap terlalu “berat” untuk diet. Padahal, alpukat mengandung lemak sehat monounsaturated yang baik untuk jantung, serta kaya serat dan potassium.
Teksturnya yang creamy memang terasa indulgent, tetapi justru membantu rasa kenyang lebih lama dan mendukung pola makan yang lebih seimbang.
Pada akhirnya, ahli nutrisi menilai tidak ada makanan yang sepenuhnya “baik” atau “buruk”. Cara pengolahan, kualitas bahan, serta porsi konsumsi tetap menjadi faktor paling penting dalam menentukan apakah sebuah makanan mendukung kesehatan tubuh atau tidak.