Mau Lancar Menjawab Wawancara untuk Seleksi Beasiswa LPDP? Pelajari Visi dan Misinya!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 2 Oktober 2023 | 12:07 WIB
Wawancara dari Seleksi Substansi Beasiswa LPDP merupakan tahapan yang paling ditakuti. Ini trik menjawab pertanyaan wawancara LPDP. (lpdp.kemenkeu.go.id)
Wawancara dari Seleksi Substansi Beasiswa LPDP merupakan tahapan yang paling ditakuti. Ini trik menjawab pertanyaan wawancara LPDP. (lpdp.kemenkeu.go.id)

PejuangKantoran.com - Para pejuang beasiswa LPDP saat ini masih menghadapi tahap akhir seleksi agar terpilih sebagai salah satu Awardee, yaitu Seleksi Substansi.

Seleksi Substansi, yang akan dilaksanakan mulai 4 September - 27 Oktober 2023, meliputi verifikasi berkas, wawancara, dan Asesmen Kepribadian dan Integritas (AKI).

Saat Seleksi Substansi peserta akan menghadapi wawancara, dengan pertanyaan-pertanyaan yang digali dari CV, esai, proposal bisnis (untuk program Targeted Kewirausahaan), dan proposal penelitian (bila S3).

Baca Juga: Tinggal Selangkah Lagi, Ini 7 Aspek Penilaian Seleksi Substansi dan Contoh Pertanyaan Beasiswa LPDP

Menurut para pelamar beasiswa LPDP, baik yang lulus atau tidak, tahap seleksi wawancara atau disebut juga dengan seleksi substansi merupakan tahapan paling sulit.

Eva Nurwita, seorang educational consultant, memberikan beberapa tips saat menghadapi wawancara beasiswa apa pun, termasuk LDPD. Salah satunya adalah dengan memelajari visi dan misi beasiswa yang mau di-apply.

Hal ini agar nanti saat proses wawancara, jawaban yang kamu berikan bisa lebih konkrit menyatakan bahwa kamu satu visi dan misi dengan lembaga pemberi beasiswa tersebut.

“Sebagai contoh, kita pakai beasiswa LPDP. Coba kamu buka web-nya, kemudian kamu lihat visi dan misi LPDP.

"Nah, keyword yang bisa kita lihat (dari visi dan misi LPDP) adalah yang berdaya saing global dan mendorong inovasi bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan,” ujar Eva.

Dari sana, kamu bisa mengaitkan misi tersebut dengan jurusan yang akan kamu tuju.

“Misal, nih. Jurusan yang kamu tuju adalah Social Innovation and Entrepreneurship di London School of Economics and Political Science (LSE).

"Sekarang kita bisa kaitin bahwa kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional itu sebesar 60,9% dari PDB kita,” jelas pemilik gelar Economic PhD dari The University of New Mexico ini.

Lalu, kamu juga bisa menjelaskan bahwa UMKM saat ini menyerap tenaga kerja sekitar 96% dari total tenaga kerja nasional. Artinya, UMKM sangat potensial untuk perkembangan ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Panduan Menulis Referensi yang Diterima oleh Beasiswa Chevening, Jangan Sampai Salah!

Terakhir, jelaskan bahwa social entrepreneurship di LSE sering sekali mengadakan study case atau bahkan field trip ke negara lain hanya untuk belajar social entrepreneurship di negara tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: LPDP Kementerian Keuangan, Instagram @evanurwita

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X