PejuangKantoran.com - Para pejuang beasiswa LPDP saat ini masih menghadapi tahap akhir seleksi agar terpilih sebagai salah satu Awardee, yaitu Seleksi Substansi.
Seleksi Substansi, yang akan dilaksanakan mulai 4 September - 27 Oktober 2023, meliputi verifikasi berkas, wawancara, dan Asesmen Kepribadian dan Integritas (AKI).
Saat Seleksi Substansi peserta akan menghadapi wawancara, dengan pertanyaan-pertanyaan yang digali dari CV, esai, proposal bisnis (untuk program Targeted Kewirausahaan), dan proposal penelitian (bila S3).
Baca Juga: Tinggal Selangkah Lagi, Ini 7 Aspek Penilaian Seleksi Substansi dan Contoh Pertanyaan Beasiswa LPDP
Menurut para pelamar beasiswa LPDP, baik yang lulus atau tidak, tahap seleksi wawancara atau disebut juga dengan seleksi substansi merupakan tahapan paling sulit.
Eva Nurwita, seorang educational consultant, memberikan beberapa tips saat menghadapi wawancara beasiswa apa pun, termasuk LDPD. Salah satunya adalah dengan memelajari visi dan misi beasiswa yang mau di-apply.
Hal ini agar nanti saat proses wawancara, jawaban yang kamu berikan bisa lebih konkrit menyatakan bahwa kamu satu visi dan misi dengan lembaga pemberi beasiswa tersebut.
“Sebagai contoh, kita pakai beasiswa LPDP. Coba kamu buka web-nya, kemudian kamu lihat visi dan misi LPDP.
"Nah, keyword yang bisa kita lihat (dari visi dan misi LPDP) adalah yang berdaya saing global dan mendorong inovasi bagi terwujudnya Indonesia yang sejahtera, demokratis, dan berkeadilan,” ujar Eva.
Dari sana, kamu bisa mengaitkan misi tersebut dengan jurusan yang akan kamu tuju.
“Misal, nih. Jurusan yang kamu tuju adalah Social Innovation and Entrepreneurship di London School of Economics and Political Science (LSE).
"Sekarang kita bisa kaitin bahwa kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional itu sebesar 60,9% dari PDB kita,” jelas pemilik gelar Economic PhD dari The University of New Mexico ini.
Lalu, kamu juga bisa menjelaskan bahwa UMKM saat ini menyerap tenaga kerja sekitar 96% dari total tenaga kerja nasional. Artinya, UMKM sangat potensial untuk perkembangan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Panduan Menulis Referensi yang Diterima oleh Beasiswa Chevening, Jangan Sampai Salah!
Terakhir, jelaskan bahwa social entrepreneurship di LSE sering sekali mengadakan study case atau bahkan field trip ke negara lain hanya untuk belajar social entrepreneurship di negara tersebut.
Artikel Terkait
Ada Alasan Kenapa Cuti Melahirkan Disarankan Selama 6 Bulan
4 Acara Menarik di Hari Batik Nasional 2023, Salah Satunya Membuat Karya Masterpiece untuk IKN
Gen Z Emoh Pakai Batik karena Terlihat Tua dan Aneh, Apa yang Akan Dilakukan Yayasan Batik Indonesia?
Ketahui Waktu Paling Tepat untuk Operasi Katarak
Sleep Tourism, Ketika Orang-orang Berani Bayar Mahal untuk Tidur Nyenyak
Mira Lesmana: Background Cerita Petualangan Sherina 2 Terinspirasi dari Pengalaman Sherina Munaf