PejuangKantoran.com - Saat ini, generasi milenial mungkin menjadi kelompok usia terbesar dalam angkatan kerja. Namun, jangan lupakan Gen Z yang saat ini juga sudah memenuhi dunia kerja lewat jalur magang dan pekerjaan entry level.
Berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, karyawan Gen Z lebih ingin mencari tahu dan mengamati nilai-nilai perusahaan sebelum mengambil keputusan untuk bergabung sebagai karyawan atau bahkan melamar.
Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan perusahaan—khususnya kamu yang menjadi tim rekruter HRD—untuk menarik karyawan Gen Z yang potensial agar mau bekerja di perusahaanmu.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Jam Tangan Agar Tetap Awet dan Kece
Sumber daya dan kemampuan perusahaan harus jelas
Magang dan posisi entry level biasanya merupakan jalur yang dilalui Gen Z untuk memasuki sebuah perusahaan. Meski begitu, perusahaan harus siap memberikan dukungan dan bimbingan yang diperlukan untuk level awal ini.
Misalnya, jangan membiarkan sekelompok karyawan baru di level pemula bekerja tanpa rencana pelatihan yang jelas. Atau, mempekerjakan karyawan magang tanpa strategi yang jelas mengenai peran dan bimbingan untuk mereka.
Saat merekrut Gen Z, prioritaskan kualitas daripada kuantitas. Hal ini terutama berlaku untuk perusahaan startup atau yang skalanya lebih kecil.
Atau dalam sebuah departemen kecil saat keberadaan satu orang memiliki dampak yang lebih besar pada tim secara keseluruhan.
Umumnya, Gen Z menginginkan kesempatan untuk mengembangkan talenta begitu mereka mulai bekerja di suatu perusahaan.
Namun, untuk menjadi perusahaan yang dapat melakukan hal tersebut, pekerjakan kandidat yang dapat langsung bekerja dengan rangkaian pelatihan yang signifikan.
Baca Juga: Di Mana Kota M di Gadis Kretek? Ini Jawabannya
Bersikap transparan tentang proses perekrutan
Komunikasi yang terbuka dan jujur adalah kunci ketika ingin menarik karyawan Gen Z yang potensial. Bersikaplah transparan tentang apa yang diharapkan selama proses perekrutan dan jadwal yang akan dijalankan.
Selain itu, mengizinkan pelamar untuk terhubung dengan orang-orang yang sudah bekerja di perusahaan dengan latar belakang dan pengalaman yang sama, bisa memberikan mereka perspektif nyata tentang budaya dan lingkungan kerja perusahaan.
Artikel Terkait
Gen Z dan Milenial di Asia Sekarang Enggan Bekerja di Pabrik, dan Ini Akibatnya!
Menurut Survei, Karyawan Gen Z Paling Sulit Ditangani di Tempat Kerja. Ada yang Tahu Kenapa?
Gen Z Disebut Lebih Menderita di Usianya Saat Ini Dibandingkan dengan Generasi Sebelumnya
Profesi yang Paling Banyak Jadi Impian Gen Z alias Generasi TikTok Saat Ini: Influencer!
Gen Z Emoh Pakai Batik karena Terlihat Tua dan Aneh, Apa yang Akan Dilakukan Yayasan Batik Indonesia?
Gen Z, Ini Dua Resep yang Bisa Bikin Bisnis Kuliner Jadi Sukses
Gen Z Belum Cocok di Bisnis Perdagangan Berjangka, Tetap Tak Boleh Rakus dalam Berinvestasi