Buat Kamu Tim Rekruter HRD, Ini Cara untuk Menggaet Karyawan Gen Z yang Potensial!

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 14 November 2023 | 11:00 WIB
Ilustrasi: Jangan biarkan karyawan Gen Z di level pemula dipekerjakan tanpa rencana pelatihan yang jelas, karena hal itu hanya akan merugikan perusahaan. (Freepik/Pressfoto)
Ilustrasi: Jangan biarkan karyawan Gen Z di level pemula dipekerjakan tanpa rencana pelatihan yang jelas, karena hal itu hanya akan merugikan perusahaan. (Freepik/Pressfoto)

Pendekatan ini akan membangun kepercayaan calon karyawan, dan membuka jalan untuk menciptakan keterlibatan mereka. Selain itu juga agar karyawan magang mau menjadi karyawan tetap, dan mempertahankan karyawan tetap.

Memberikan kejelasan mengenai kesempatan pertumbuhan karyawan

Gen Z memprioritaskan peningkatan wawasan dan keterampilan sejak tahun pertama mereka bekerja di pekerjaan baru, sehingga mereka mengharapkan ada bimbingan dan pelatihan dari perusahaan.

Baca Juga: Daripada Cari Mi Instan, Mending Pilih Makanan Ini Saat Lapar Menjelang Tidur

Jadi, menunjukkan bagaimana perusahaan melakukan hal ini dapat menjadi hal yang penting ketika ingin menarik karyawan Gen Z yang potensial.

Selama wawancara kerja, jelaskan bagaimana, kapan, dan di mana karyawan entry level dapat berkembang di perusahaan. Terutama untuk masalah gaji, jabatan, atau tanggung jawab.

Begitu pula dengan karyawan magang. Berikan transparansi tentang kesempatan bekerja penuh waktu. Minta karyawan penuh waktu untuk menjelaskan tentang syarat promosi, kenaikan gaji, atau perpindahan kerja kepada mereka.

Meskipun Gen Z tidak akan langsung memenuhi syarat, mengelola ekspektasi ini sangat penting untuk memperjelas bahwa pertumbuhan mungkin terjadi di dalam organisasi. Lalu, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencapainya.

Lakukan “promosi” kepada Gen Z

Saat ingin menarik karyawan Gen Z yang potensial, tugaskan karyawan khusus untuk melakukan “promosi” ke luar. Beri penjelasan kepada Gen Z yang ada di luar apa yang menarik tentang industri atau pekerjaan tertentu dalam perusahaan.

Baca Juga: Penderita Di DKI Jakarta Kian Bertambah, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet!

Usahakan agar interaksi ini tidak terlalu bersifat promosi penjualan untuk perusahaan, tetapi lebih bersifat pengalaman yang informatif dan edukatif. Hal ini agar calon kandidat bisa membuat pilihan karir berdasarkan minat dan tujuannya.

Cara ini akan menciptakan asosiasi positif dengan perusahaan dan memperbesar kemungkinan para kandidat untuk mempertimbangkan perusahaanmu untuk bekerja di masa depan.

Saat ini, reputasi perusahaan dapat bergantung pada promosi dari mulut ke mulut, terutama di kalangan Gen Z. Jadi, menciptakan pengalaman dan lingkungan yang positif bagi kandidat dan karyawan merupakan investasi yang sangat berarti. (Elga Windasari)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Inc.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X