Pendekatan ini akan membangun kepercayaan calon karyawan, dan membuka jalan untuk menciptakan keterlibatan mereka. Selain itu juga agar karyawan magang mau menjadi karyawan tetap, dan mempertahankan karyawan tetap.
Memberikan kejelasan mengenai kesempatan pertumbuhan karyawan
Gen Z memprioritaskan peningkatan wawasan dan keterampilan sejak tahun pertama mereka bekerja di pekerjaan baru, sehingga mereka mengharapkan ada bimbingan dan pelatihan dari perusahaan.
Baca Juga: Daripada Cari Mi Instan, Mending Pilih Makanan Ini Saat Lapar Menjelang Tidur
Jadi, menunjukkan bagaimana perusahaan melakukan hal ini dapat menjadi hal yang penting ketika ingin menarik karyawan Gen Z yang potensial.
Selama wawancara kerja, jelaskan bagaimana, kapan, dan di mana karyawan entry level dapat berkembang di perusahaan. Terutama untuk masalah gaji, jabatan, atau tanggung jawab.
Begitu pula dengan karyawan magang. Berikan transparansi tentang kesempatan bekerja penuh waktu. Minta karyawan penuh waktu untuk menjelaskan tentang syarat promosi, kenaikan gaji, atau perpindahan kerja kepada mereka.
Meskipun Gen Z tidak akan langsung memenuhi syarat, mengelola ekspektasi ini sangat penting untuk memperjelas bahwa pertumbuhan mungkin terjadi di dalam organisasi. Lalu, langkah-langkah apa yang bisa dilakukan untuk mencapainya.
Lakukan “promosi” kepada Gen Z
Saat ingin menarik karyawan Gen Z yang potensial, tugaskan karyawan khusus untuk melakukan “promosi” ke luar. Beri penjelasan kepada Gen Z yang ada di luar apa yang menarik tentang industri atau pekerjaan tertentu dalam perusahaan.
Baca Juga: Penderita Di DKI Jakarta Kian Bertambah, Berikut Gejala dan Cara Mencegah Penyakit Cacar Monyet!
Usahakan agar interaksi ini tidak terlalu bersifat promosi penjualan untuk perusahaan, tetapi lebih bersifat pengalaman yang informatif dan edukatif. Hal ini agar calon kandidat bisa membuat pilihan karir berdasarkan minat dan tujuannya.
Cara ini akan menciptakan asosiasi positif dengan perusahaan dan memperbesar kemungkinan para kandidat untuk mempertimbangkan perusahaanmu untuk bekerja di masa depan.
Saat ini, reputasi perusahaan dapat bergantung pada promosi dari mulut ke mulut, terutama di kalangan Gen Z. Jadi, menciptakan pengalaman dan lingkungan yang positif bagi kandidat dan karyawan merupakan investasi yang sangat berarti. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Gen Z dan Milenial di Asia Sekarang Enggan Bekerja di Pabrik, dan Ini Akibatnya!
Menurut Survei, Karyawan Gen Z Paling Sulit Ditangani di Tempat Kerja. Ada yang Tahu Kenapa?
Gen Z Disebut Lebih Menderita di Usianya Saat Ini Dibandingkan dengan Generasi Sebelumnya
Profesi yang Paling Banyak Jadi Impian Gen Z alias Generasi TikTok Saat Ini: Influencer!
Gen Z Emoh Pakai Batik karena Terlihat Tua dan Aneh, Apa yang Akan Dilakukan Yayasan Batik Indonesia?
Gen Z, Ini Dua Resep yang Bisa Bikin Bisnis Kuliner Jadi Sukses
Gen Z Belum Cocok di Bisnis Perdagangan Berjangka, Tetap Tak Boleh Rakus dalam Berinvestasi