PejuangKantoran.com - Meski banyak perusahaan menghargai inklusivitas alias tidak
diskriminatif, tantangan bagi individu yang mencari pekerjaan di usia yang lebih tua masih
menjadi kenyataan.
Walau pengalaman dan keterampilan seseorang bisa sangat berharga, stereotip terhadap kelompok usia tertentu tetap menjadi rintangan. Bagaimana mengatasi batasan usia dalam pencarian kerja di pasar kerja modern?
Dosen Program S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia Universitas Airlangga (UNAIR)
Prof Dr Suryanto M Si mengatakan bahwa usia bukanlah hambatan dalam mencari
pekerjaan.
Baca Juga: Soal Adegan Kekerasan bareng Reza Arap, Amanda Manopo: Aku Nggak Jijik, Nggak Tahu Kalau Reza
Menurutnya, kompetensi adalah dasar utama dalam seleksi perusahaan saat ini. Batasan usia hanya berlaku jika terkait dengan aturan tertentu yang berkaitan dengan pencalonan.
Namun, pada umumnya, karakteristik pekerjaan yang membutuhkan kematangan dan kedewasaan menjadi faktor penting, bukan sekadar usia kronologis (berdasar waktu).
Prof Suryanto juga menjelaskan, usia tidak hanya dilihat dari sisi kronologis, tetapi lebih
pada kematangan, kedewasaan, dan kebijaksanaan.
Pekerjaan yang membutuhkan pembatasan harus berdasar pada ketentuan-ketentuan tersebut. Oleh karena itu, pembatasan usia seharusnya juga mempertimbangkan pemetaan kedewasaan dan kebijaksanaan pada tugas-tugas perkembangan.
Baca Juga: 6 Cara Mudah Kenyang Meski Makan Sedikit, Cocok Buat yang Lagi Diet
Tugas Perkembangan dan Pembatasan Usia
Pentingnya aspek kepantasan dalam tugas-tugas perkembangan pada setiap tahapan kehidupan juga ditekankan. Tugas-tugas tersebut tidak hanya bergantung pada usia kronologis, tetapi juga pada karakteristik dan sifat-sifat yang berkembang dalam sebuah budaya.
“Batasan usia seharusnya juga mempertimbangkan pemetaan kedewasaan dan kebijaksanaan pada tugas-tugas perkembangan,” katanya.
Prof Suryanto menegaskan, batasan usia dapat mempengaruhi dinamika tim dan produktivitas organisasi. Namun, hal itu tidak hanya berkaitan dengan usia fisik.
Kemampuan adaptasi, kemudahan menyesuaikan diri, dan kepribadian seseoran memainkan peran kunci. Oleh karena itu, orang yang terbuka, mudah bergaul, dan memiliki sikap terbuka terhadap perubahan lebih mungkin berhasil di lingkungan kerja apa pun.
Artikel Terkait
Lebih Banyak CEO yang Berniat Mengadakan Pelatihan AI ketimbang Mengganti Karyawan dengan AI
3 Alasan Mengapa Town Hall Meeting Jadi Pertemuan yang Ditunggu-tunggu di Kantor
Jangan Cuma Jadi Penonton, Ini Pertanyaan yang Harus Ditanyakan pada CEO saat Town Hall Meeting
Kapan Kenaikan Gaji PNS Cair? Banyak PNS Mengaku Belum Dapat Kenaikan Gaji di Awal Bulan Ini
Kerja saat Pemilu, Karyawan Wajib Dapat Uang Lembur
Riset: Sementara Gen Z Gonta Ganti Pekerjaan, Generasi Lebih Senior Cenderung Setia pada Satu Pekerjaan
Deutsche Bank Bakal PHK 3.500 Karyawan untuk Meningkatkan Profit
Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu : Prediksi Peruntungan Karier 2024
Nasib 12 Shio di Tahun Naga Kayu: Peruntungan Karier Shio Naga, Ular, Kuda, Kambing, Monyet, Ayam, Anjing, dan Babi
Langka, Perempuan Jadi Manajer Perusahaan di Jepang (Boro-boro Jadi Direktur)