Selain Jadwal Giliran Pergantian Kerja, 6 Hal Ini Biasanya Bikin Pekerja Kantoran Stres

photo author
Josephus Primus, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Februari 2024 | 18:24 WIB
Belajar mengatasi stres berlebihan dengan cara-cara yang efektif (Unsplash)
Belajar mengatasi stres berlebihan dengan cara-cara yang efektif (Unsplash)

PejuangKantoran.com - Riset termutakhir dari Stanford University California Amerika Serikat menyebut ada 7 hal yang biasanya bikin pekerja kantoran atau pejuang kantoran stres.

"Jadwal giliran pergantian kerja atau shift bisa membuat pekerja kantoran stres," kata penelitian yang dipublikasikan di laman theguardian.com baru-baru ini.

Jeffrey Pfeffer, peneliti asal Stanford University yang melakukan riset itu juga menyebut 6 hal lain yang membuat pekerja kantoran stres, di samping jadwal giliran pergantian kerja tadi.

Pada tahap selanjutnya, panjangnya jam kerja juga menjadi sandungan stres bagi pekerja kantoran.

Seterusnya, ketidaknyamanan kerja juga masuk dalam hal yang patut dicermati sebagai penyebab pejuang kantoran stres.

"Pekerja kantoran juga acap berhadapan dengan konflik antara pekerjaan dan hidup yang dijalani," tutur Jeffrey Pfeffer.

Jeffrey Pfeffer juga melanjutkan bahwa kontrol yang yang rendah terhadap pekerjaan juga memicu pekerja kantoran stres.

"Pemimpin pekerjaan penting untuk meningkatkan kontrol atas pekerjaan tersebut," ucap Jeffrey Pfeffer.

Pekerja kantoran

Sebaliknya, imbuh Jeffrey Pfeffer, target tinggi untuk hasil pekerjaan juga menjadi biang keladi pekerja kantoran terlanda stres.

"Jangan lupa, kurangnya dukungan baik dari rekan kerja maupun pimpinan pun bisa membuat pejuang kantoran stres," ujar Jeffrey Pfeffer.

Terhadap pemicu-pemicu stres pada pekerja kantoran, Jeffrey Pfeffer mengingatkan bahwa apabila hal-hal itu tak tertangani, akan muncul risiko-risiko fatal.

"Bahkan, ada risiko kematian yang terjadi," tutur Jeffrey Pfeffer.

Dalam penelitiannya, Jeffrey Pfeffer bilang terdapat sekitar 1200 kematian gara-gara pekerja kantoran mengalami stres.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Josephus Primus

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X