PejuangKantoran.com - Dalam riset terbaru Deel, perusahaan HR global, tentang “State of Global Hiring Report” (Laporan Perekrutan Global). Riset yang dilakukan selama Januari hingga Desember 2023 ini mengungkapkan fakta bahwa perekrutan secara global tumbuh sebesar 57% di wilayah Asia Pasifik (APAC) pada tahun 2023.
Ini menjadikan kawasan APAC selama dua tahun berturut-turut sebagai wilayah perekrutan dengan perkembangan tercepat, berimbang dengan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA).
Riset ini dilakukan dengan meneliti kumpulan data lebih dari 300.000 kontrak, 20.000 pelanggan di platform Deel, serta lebih dari 500.000 data dari sumber pihak ketiga di lebih dari 160 negara.
Baca Juga: Strategi Investasi Menarik Generasi Z atau Gen Z, ada Video Kolaborasi V BTS Duet dengan Jackie Chan
Sebagai salah satu hasilnya, laporan ini menyebut bahwa sistem perekrutan jarak jauh di seluruh dunia masih terus meningkat. Meski demikian, kebijakan wfo atau work from office sudah kembali diberlakukan.
Meskipun ada peraturan untuk kembali bekerja di kantor, jumlah digital nomad di seluruh dunia kini telah mencapai 250.000 pekerja, naik hampir 35 kali lipat dari 7.000 pekerja pada tahun 2020.
Dalam laporan tersebut, Indonesia ternyata menjadi salah satu negara dengan jumlah permintaan pekerja yang cukup tinggi dari Amerika Serikat, Inggris, Singapura, Australia, dan Hong Kong.
Baca Juga: Jelang Ramadan, Ini Makna Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua dan Bacaan Niatnya
Permintaan tertinggi adalah untuk beberapa bidang pekerjaan seperti Guru/Tutor, Asisten Virtual (Virtual Assistant), Technical Support, Ahli Statistik, dan Software Engineer/Developer.
Hal ini menunjukkan bahwa talenta Indonesia merupakan sumber daya manusia yang banyak dicari di berbagai bidang dan negara di dunia. Sementara itu, dari sisi perekrutan global yang dilakukan oleh perusahaan Indonesia, posisi pekerjaan Software Developers/Engineers, Account Executives/Manajer (penjualan), Manajer Proyek, Desain Grafis, dan Keamanan TI menjadi posisi pekerjaan yang paling banyak direkrut sepanjang tahun 2023.
“Meskipun kondisi jumlah talenta global yang minim, pemilik perusahaan kini memperluas pencarian mereka ke luar batas nasional untuk menemukan individu bertalenta, menyesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja,” ujar Karen Ng, Regional Head of Expansion & Market Lead Singapore, Hong Kong, ASEAN, India.
Baca Juga: Siapa Bilang Profesor Tak Punya Hobi? Perkenalkan D'Professor, Band yang Semua Anggotanya Guru Besar
“Perekrutan global telah menjadi fenomena umum, dimana perusahaan menjadi sadar akan pentingnya keberagaman talenta dan perspektif global bagi perusahaan. Temuan kami menunjukkan wilayah Asia Pasifik sebagai pusat inovasi, kolaborasi yang menawarkan banyak peluang,” tambah Karen.
Artikel Terkait
Riset: Perusahaan Bisa Siapkan 6 Fasilitas Ini demi Mencegah Pekerja Kantoran Mengalami Stres
Pssst... Ini Rahasia yang Tidak Perlu Kamu Sampaikan saat Wawancara Kerja!
6 Penyebab Perusahaan Meng-ghosting Pelamar Usai Wawancara Kerja yang Bukan Kesalahan Pelamar
Yang Bisa Dilakukan Pelamar untuk Mencegah Di-ghosting Rekruter, Terakhir: Jangan Biasakan Overthinking
Di Australia, Karyawan Boleh Tolak Terima Telepon dan Email dari Bos Usai Jam Kerja dan Saat Libur, Indonesia Kapan?
Waktunya Libur, Ini 4 Bahaya Kerja di Akhir Pekan!
Apa Maksud Attention-to-Detail, Skill yang Sering Disebut-sebut dalam Lowongan Pekerjaan?
8 Keuntungan Menempuh Pendidikan Vokasi buat Persiapan Masuk Dunia Kerja
10 Bidang Pekerjaan yang Membutuhkan Lulusan Pendidikan Vokasi, yang Lebih Siap Masuk Dunia Kerja
Mengapa Karyawan Harus Berhenti Mengkhawatirkan AI dan Fokus pada Reskilling untuk Memanfaatkannya