PejuangKantoran.com - Munculnya istilah Gen Z ternyata tidak hanya menggambarkan generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012. Gen Z juga selalu menjadi bahan diskusi karena perilaku mereka yang sering dianggap nyeleneh dan tidak patut.
Pada bulan Maret, Owl Labs merilis hasil survei tentang situasi tempat kerja saat ini. Data dari Owl Labs dan dcdx.co memberikan gambaran tentang Gen Z sebagai generasi yang peduli dengan kehidupan kerja mereka.
Namun kurangnya etika, keandalan, dan fleksibilitas adalah beberapa poin perselisihan terbesar antara pekerja Gen Z dan rekan-rekan mereka, di mana 70% Gen Z yang disurvei menginginkan fleksibilitas dalam jadwal kerja mereka.
Baca Juga: Anggota Korps Marinir Indonesia dan Amerika Serikat Tuntaskan Latihan Pengintaian di Sukabumi
Banyak Gen Z yang merasa disalahpahami dan difitnah, sehingga mendapat reputasi buruk dari generasi lain dan pemimpin bisnis. Ada sejumlah hal yang diinginkan Gen Z dari atasan tetapi belum terpenuhi.
Gen Z memilih profesionalisme
Andrew Roth, pendiri dan CEO dcdx, lembaga riset dan strategi yang berfokus pada Gen Z, mengatakan bahwa tujuan perusahaannya adalah membantu para pemimpin bisnis lain memahami budaya kerja Gen Z.
“Sebagai CEO Gen Z yang bekerja dengan orang lain di generasi saya, budaya kerja Gen Z lebih dari sekadar topik penelitian – budaya kerja adalah dasar kehidupan kerja saya sehari-hari.
“Saya ingin menjangkau para pemimpin lain yang ingin lebih memahami anggota tim Gen Z melalui pengalaman pribadi dan data,” tukas Roth.
Perusahaannya baru saja menyelesaikan tinjauan ekstensif atas data yang ada dan data internal, serta melakukan kombinasi penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Baca Juga: 12 Cara Melatih Otak Agar Jadi Orang yang Lebih Bahagia
Risetnya menampilkan wawancara pribadi dengan Gen Z dari berbagai perspektif, serta jajak pendapat yang diluncurkan ke jaringan mereka yang berjumlah lebih dari 200.000 Gen Z.
Hasilnya menunjukkan bahwa 86% Gen Z percaya bahwa menjaga etika di tempat kerja setiap saat adalah hal yang penting atau sangat penting.
Lebih dari separuh pekerja Gen Z memprioritaskan etika di tempat kerja dibandingkan keaslian karakter mereka. Sebanyak 27% menyatakan bahwa sebagian besar dari mereka menampilkan diri mereka yang sebenarnya, namun akan memilih profesionalisme bila diperlukan.
6 keinginan Gen Z
Artikel Terkait
Didukung Kemendikbudristek, Gina S. Noer Umumkan Mulainya Penggarapan Film Ki Hadjar Dewantara
Cocoklogi ala Prabowo: Begini Makna Angka 8 dan 13 dalam Hidupnya Sejak Muda
Kota Resor Di Jepang Memasang Penghalang untuk Mencegah Turis Asing Mengambil Foto Gunung Fuji
Agency Terkemuka Ogilvy Membuka Posisi Senior Content Strategist, yang Minat Buruan Ngelamar!
Perusahaan Besar Wajibkan Bos-bosnya Bekerja 6 Hari Seminggu untuk Tanamkan Sense of Crisis
5 Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia (Untunglah, Indonesia Tidak Termasuk)
Hiroyuki Sanada Sepakat untuk Kembali Tampil sebagai Lord Yoshii Toranaga di Shogun Season 2