4 dari 10 Perusahaan Memasang Iklan Lowongan Pekerjaan Palsu, Mau Tahu Alasannya?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 30 Juni 2024 | 21:11 WIB
Ilustrasi: 4 dari 10 perusahaan mengatakan bahwa mereka memasang “daftar pekerjaan palsu” tahun ini. (Freepik/DC Studio)
Ilustrasi: 4 dari 10 perusahaan mengatakan bahwa mereka memasang “daftar pekerjaan palsu” tahun ini. (Freepik/DC Studio)

Hal ini bertentangan dengan kebijakan pengguna di banyak platform pencari kerja ini. Sebab LinkedIn mewajibkan rekruter untuk memposting pekerjaan hanya jika mereka memang bermaksud mempekerjakan kandidat untuk posisi tertentu.

ZipRecruiter akan menanggapi permintaan komentar dengan halaman peraturan postingan pekerjaan yang menyatakan bahwa pengajuan harus mencerminkan “pembukaan pekerjaan yang nyata dan terkini.”

Baca Juga: Kalau Mau Ngopi Gula Aren Enak, Simpan dengan Cara yang Benar! Ini Langkahnya

Namun mayoritas responden, yaitu 7 dari 10 manajer perekrutan, mengatakan bahwa memasang lowongan pekerjaan palsu bisa diterima secara moral.

Kalau begitu, untuk apa mengiklankan pekerjaan yang sebenarnya tidak ada?

Berikut beberapa alasannya:

• Mengiklankan lowongan kerja yang sebenarnya tidak ada akan berdampak positif pada pendapatan perusahaan, karena terkesan tumbuh lebih cepat.

• Praktik ini diyakini akan meningkatkan semangat kerja karyawan, karena staf yang bekerja terlalu keras merasa beban kerja mereka akan segera berkurang.

Baca Juga: Baru 13 Jam Dirilis, Single Baru Jimin BTS “Smeraldo Garden Marching Band” Raih Peringkat 1 iTunes

• Langkah ini juga dipercaya akan meningkatkan produktivitas. Karena karyawan merasa mereka akan digantikan, mereka harus membuktikan diri terhadap calon pendatang baru.

• Manajer perekrutan menyimpan lowongan palsu untuk mengumpulkan resume untuk disimpan.

Terlepas dari alasan tersebut, menurut Haller memasang lowongan pekerjaan palsu bisa mengikis kepercayaan terhadap dunia perekrutan, dan membuat para pencari kerja merasa lelah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X