Apa Itu Performance Improvement Plan, dan Kapan Rencana Peningkatan Kinerja Diperlukan?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 29 Juli 2024 | 10:15 WIB
Ilustrasi: Performance Improvement Plan yang dirancang dengan baik bisa berfungsi sebagai tools untuk mengatasi masalah kinerja. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Performance Improvement Plan yang dirancang dengan baik bisa berfungsi sebagai tools untuk mengatasi masalah kinerja. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Jika seorang karyawan memiliki masalah kinerja yang berulang, perusahaan biasanya memasukkan mereka ke dalam program Performance Improvement Plan (PIP) atau Rencana Peningkatan Kinerja.

PIP yang dirancang dengan baik bisa berfungsi sebagai tools yang ampuh untuk mengatasi masalah kinerja, menetapkan tujuan yang jelas, dan mendorong pertumbuhan dan pengembangan karyawan.

Program ini kadang-kadang disebut juga sebagai Performance Action Plan atau Rencana Tindakan Kinerja, di mana perusahaan menggunakan strategi ini untuk membantu karyawan memahami tindakan untuk menjalankan tugas dengan baik.

Baca Juga: Benarkah Performance-Improvement Plan Dilakukan untuk Menyingkirkan Karyawan yang Tidak Diinginkan?

Sebelumnya, kita pahami dulu yuk apa yang dimaksud Performance Improvement Plan.

Apa itu Rencana Peningkatan Kinerja?

Performance Improvement Plan adalah dokumen formal yang menguraikan langkah-langkah spesifik yang perlu diambil karyawan untuk meningkatkan kinerja mereka.

PIP dilakukan ketika umpan balik dan pembinaan kinerja dari perusahaan belum membuahkan hasil yang diinginkan, yaitu meningkatkan kinerja secara kolaboratif dengan konsekuensi jika perbaikan tidak tercapai.

Program yang biasanya disusun oleh tim HR bersama manajer ini mengacu pada alat formal yang mengidentifikasi kekurangan kinerja karyawan dan bagaimana membantu mereka melakukan perbaikan.

PIP biasanya menyatakan masalah kinerja karyawan, misalnya kesenjangan produktivitas atau keterampilan, dan merinci daftar sasaran yang harus mereka capai dengan tenggat waktu tertentu—biasanya 30, 60 atau 90 hari.

Baca Juga: Gelar Ekshibisi di Paris, Tekad Prabowo Bawa Pencak Silat Masuk Olimpiade

Program ini membantu karyawan mencapai hasil seperti peningkatan kinerja secara keseluruhan, mengatasi kesenjangan keterampilan atau menyelesaikan masalah perilaku.

Namun, PIP bisa mengakibatkan pemutusan hubungan kerja atau konsekuensi lain jika karyawan tidak mampu memenuhi sasaran PIP dalam jangka waktu yang ditentukan.

Oleh karena itu, perlu diketahui situasi seperti apa yang membutuhkan Rencana Peningkatan Kinerja.

Kapan Performance Improvement Plan diperlukan?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Peoplebox.ai

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X