56 Persen Karyawan Lebih Memilih GenAI daripada Manajer untuk Bertanya. Apa Alasannya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 27 November 2024 | 15:45 WIB
Artificial Intelegent (AI) saat ini lebih banyak jadi tempat bertanya para karyawan. (Freepik)
Artificial Intelegent (AI) saat ini lebih banyak jadi tempat bertanya para karyawan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Generative AI (GenAI) sudah sangat diandalkan oleh banyak karyawan sehingga mereka lebih memilih bertanya pada teknologi tersebut daripada manajer.

upGrad Enterprise, dari perusahaan raksasa keterampilan online upGrad, merilis studi ekstensif berjudul “The GenAI Gap: GenZ & the Modern Workplace” atau Kesenjangan GenAI: GenZ & Tempat Kerja Modern.

Studi ini mengeksplorasi bagaimana para pekerja GenZ mengadopsi GenAI di tempat kerja dan dampaknya bagi perusahaan, mulai dari pola penggunaan, sikap, dan ekspektasi.

Laporan ini juga menyoroti peran perusahaan dalam mengembangkan pola pikir yang ramah terhadap GenAI di antara tenaga kerja mereka.

Baca Juga: Gen Z Suka Remote Working Tapi Tak Suka Diawasi. Peran Manajer Tergantikan Oleh AI?

Tingkat penggunaan GenAI sangat tinggi

Temuan menunjukkan bahwa para pekerja GenZ optimis dan berpikiran maju dalam hal GenAI. Bahkan, 1 dari 2 GenZ percaya bahwa teknologi tersebut memiliki peran mendukung, jika bukan peran sentral dalam karir mereka selama 5 tahun ke depan.

Tingkat penggunaan GenAI juga sangat tinggi. Sebanyak 73% GenZ telah mengintegrasikan GenAI ke dalam tugas-tugas harian mereka dan 72% mengandalkan output yang dihasilkan GenAI dengan minimal editing.

Menariknya, GenZ menunjukkan kesadaran lingkungan yang lebih besar, dengan tiga kali lebih peduli terhadap dampak ekologis GenAI dibandingkan perusahaan.

Baca Juga: Mesin Pencari Berbasis AI OpenAI Resmi Diluncurkan di ChatGPT

Hasil temuan utamanya

Berikut adalah beberapa temuan dari studi terhadap responden Gen Z terhadap GenAI.

  •  65% merasa netral hingga optimis terhadap GenAI, sedangkan 77% melihatnya sebagai pertanda kemungkinan pekerjaan yang baru.
  •  56% lebih memilih untuk berkonsultasi dengan GenAI dibandingkan dengan manajer mereka, karena aksesibilitasnya yang konstan dan ketidakberpihakan yang dirasakan.
  •  54% percaya bahwa pedoman perusahaan saat ini tentang GenAI tidak memadai sehingga perlu ada kebijakan AI yang lebih jelas dan pelatihan yang komprehensif.
  •  52% mengakui kurangnya kejelasan seputar program pelatihan GenAI di tempat kerja mereka. Beberapa mengungkapkan pembaruan yang jarang atau bahkan tidak ada.
  •  21% profesional SDM merasa nyaman mengandalkan GenAI untuk pelatihan peraturan.

Baca Juga: Ratusan Karyawan TikTok akan Dipecat, Perusahaan Beralih Ke Moderasi Konten melalui AI

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X