Penilaian Kerja Tak Hanya Membuat Cemas Karyawan, Tapi Juga Manajer. Ini Cara Mengatasinya!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Rabu, 27 November 2024 | 18:00 WIB
Penilaian kerja tak hanya membuat strs karyawan namun juga manajer. (Freepik)
Penilaian kerja tak hanya membuat strs karyawan namun juga manajer. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Penilaian kinerja perusahaan menjadi momen yang dicemaskan banyak orang. Dianggap penuh tekanan bagi pekerja, ternyata penilaian kerja juga membuat stres manajer yang harus memberikan penilaian. 

Namun, kecemasan atas penilaian kerja ini memang lebih sering dirasakan oleh pekerja yang lebih muda dan kurang berpengalaman. Kebanyakan dari mereka khawatir penilaian tersebut dapat memengaruhi gaji atau bahkan promosi.

Padahal, dengan persiapan yang tepat maka penilaian kinerja bisa dihadapi dengan lebih percaya diri.

Baca Juga: 10 Istilah Dunia Kerja yang Tak Dipahami Karyawan Gen Z, 'KPI' Nomor 1 yang Dicari di Google

Penilaian kerja dari perspektif karyawan

Sebagian besar pekerja menganggap penilaian kinerja berhubungan erat dengan perkembangan karir dan gaji. Ini yang membuat mereka stres.

Terlebih lagi bagi mereka yang merasa kinerjanya belum optimal, maka kecemasan terhadap feedback kinerja yang akan disampaikan pun semakin meningkat.

Untuk mengurangi kecemasan, ada beberapa langkah yang bisa diambil, yaitu:

  • Perhatikan pencapaian sepanjang tahun, bukan hanya berdasarkan beberapa minggu terakhir. Ini karena penilaian kinerja yang menyeluruh akan membantu mengalihkan fokus dari kekurangan sementara.
  • Ingat ulasan sebelumnya sehingga dapat menjadi patokan untuk melihat bagian mana yang perlu diperbaiki dan pencapaian yang sudah dilakukan. Ini bisa menjadi petunjuk untuk membuktikan perkembangan selama tahun tersebut.
  • Catat pencapaian dan tantangan yang telah dihadapi sepanjang tahun sebelum proses penilaian kinerja sehingga penilaian diri akan menjadi lebih mudah dilakukan.

Baca Juga: 7 Manfaat Gamifikasi Karyawan di Tempat Kerja, Tren Apa Lagi Ini?

Bagaimana jika kamu menerima feedback buruk?

Tidak ada yang ingin mendapatkan feedback buruk. Namun, kritik yang membangun dapat menjadi proses pembelajaran.

Jangan langsung terbawa emosi saat menerima ulasan yang tidak diharapkan. Sebaiknya, tanyakan secara jelas kepada atasan mengenai aspek yang perlu diperbaiki dan pastikan kamu paham pengembangan yang diharapkan di masa depan.

Selain itu, pastikan penilaian yang buruk ini tidak berubah menjadi debat. Fokuslah pada umpan balik yang diberikan karena itu adalah acuan utama untuk berkembang. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X