Mereka adalah pekerja keras, berdedikasi, dan bisa memotivasi diri sendiri.
Mereka senang menganalisis masalah dan mengevaluasi ide, dan sangat bersemangat ketika diminta untuk membahas pro dan kontra dari berbagai opsi.
Mereka menyukai fakta dan angka, dan sangat suka dengan kesempatan untuk mendapatkan informasi dengan cara baru. Bagi mereka, data bukanlah tujuan melainkan sarana.
Seorang tipe analis adalah orang yang selalu mencoba melihat semua alternatif solusi. Orang-orang ini termasuk kelompok yang punya ‘akal sehat’.
Mereka akan mengumpulkan semua data dan fakta, bersikap rasional, dan melihat situasi dengan berbagai perspektif.
Seorang analis selalu bekerja dengan metodologi yang digunakannya untuk mengelola dan memproses sejumlah besar informai untuk mencapai tujuan bisnis secara menyeluruh.
Seorang analis mampu membuat strategi berdasarkan gambaran besar. Analis melihat semua opsi untuk tim, berpikir dengan cermat, dan mengevaluasi pro dan kontra.
Mereka juga senang berkolaborasi untuk memecahkan masalah.
Kemampuan membuat keputusan yang efektif ini berjalan konsisten. Oleh karena itu, seorang analis akan tepat berada di posisi manajerial.
Baca Juga: 4 Kesalahan Seorang Manajer Yang Gagal Dalam Mendelegasikan Tugas Kepada Anak Buah
Bagaimana treatment terhadap si analis?
Namun di sisi lain, seorang analis mempunya kecenderungan memiliki pandangan yang sempit. Mereka juga bisa kekurangan inspirasi dan ide.
Saat ada ide atau usulan yang tidak punya dasar logis, ia menjadi sangat sinis sehingga bisa berpotensi mengurangi antusiasme.
Oleh karena itu, kadang seorang analis dianggap kurang bersemangat bahkan terhadap diri sendiri. Ini bisa menjadi motivator yang kurang baik.
Artikel Terkait
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat
6 Pekerjaan yang Cocok untuk Si Tipe Kepribadian ISTP, Apakah Ada Pekerjaan Impianmu?
4 Tipe Karyawan Bermasalah yang Bakal Susah Diarahkan di Kantor karena Mengganggu
4 Tipe Introvert yang Jarang Dikenali, Mana yang Paling Menggambarkan Kepribadian Kamu?
Jangan Panik, Begini Cara Menghadapi Anggota Tim yang Tahu Lebih Banyak daripada Kamu
Bedakan Karyawan Tipe Generalis dan Spesialis, Kalau Kamu Termasuk yang Mana?
3 Tipe Perfeksionisme, ketika Kamu Menetapkan Standar yang Tinggi pada Diri Sendiri atau Orang Lain