Diskusi Yuk: Apakah Karyawan Remote Bisa Menolak Jika Diminta Masuk Kantor Sebulan Sekali?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 7 Desember 2024 | 20:29 WIB
Ilustrasi: Apakah merawat kucing yang sakit bisa jadi alasan tidak masuk kerja yang sah? (Freepik)
Ilustrasi: Apakah merawat kucing yang sakit bisa jadi alasan tidak masuk kerja yang sah? (Freepik)

PejuangKantoran.com - Seorang karyawati mengaku mendapat teguran dari atasan dan rekan kerja remote-nya. Pasalnya, ia melewatkan jadwal tatap muka di kantor pusat karena harus merawat kucing yang sakit.

Selain kesulitan membagi waktu antara melakukan perjalanan dinas ke kantor dan merawat kucingnya, sejak awal karyawati tersebut memang dipekerjakan sebagai karyawan remote sepenuhnya.

Namun dalam kunjungan pertamanya ke kantor, CEO memberitahu bahwa dia diharapkan bepergian ke kantor pusat sebulan sekali.

Baca Juga: Karyawan Remote Ditegur Atasan usai Melewatkan Acara Kantor karena Kucingnya Sakit

“Saya masih sangat terkejut hingga memberikan jawaban yang tidak mengikat seperti, 'Baiklah, jika itu untuk sesuatu yang penting.'

"Selama wawancara, kami hanya membahas 'beberapa' perjalanan," ujar karyawati itu, sebut saja Aniek, saat menuliskan pengalamannya di blog "Ask A Manager with Alison Green".

Dalam beberapa kali komunikasinya dengan rekan kerja, Aniek menyimpulkan bahwa rekan kerjanya itu tidak menganggap merawat kucing yang sakit sebagai alasan yang bisa diterima.

“Dia tidak memercayai saya; dia bukan orang yang suka memelihara hewan, dan di ketentaraan, ini akan disebut 'masalah pribadi'," tulis Aniek.

Kebutuhan pekerjaan telah berubah

Pengelola blog tersebut, Alison Green, menanggapi dilema yang dihadapi Aniek dengan mengatakan bahwa para pemberi kerja umumnya tidak memandang hewan peliharaan sebagai prioritas di atas pekerjaan.

Baca Juga: Jangan Sedih, Lakukan Cara Ini Jika Meta AI Belum Muncul di Whatsapp Kamu!

Sulit bagi Alison untuk mengurai situasi Aniek dan menentukan solusi yang ideal.

“Kamu melamar untuk pekerjaan yang seharusnya melibatkan perjalanan 'beberapa kali', dan kemudian kebutuhan pekerjaan itu berubah segera setelah kamu mulai.

"Kamu berhak mengatakan, 'Hei, ini bukan yang kita sepakati saat saya dipekerjakan, dan ini bukan sesuatu yang bisa saya lakukan,'" saran Alison kepada Aniek.

“Pada saat yang sama, mereka diizinkan untuk memutuskan bahwa kebutuhan pekerjaan telah berubah dan bahwa mereka memang membutuhkan seseorang dalam posisi kamu yang dapat bepergian lebih dari yang semula dibahas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Your Tango

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X