PejuangKantoran.com - Transformasi digital, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan kecerdasan buatan (AI) sudah memberikan banyak kemudahan bagi manusia.
Namun karena ada begitu banyak data yang dikumpulkan dan dibagikan, setiap bisnis menjadi rentan terhadap tereksposnya identitas pribadi, kekayaan intelektual, atau data sensitif lainnya.
Perusahaan pun ditantang untuk melindungi diri sebaik mungkin dan secara proaktif mendeteksi dan memprediksi berbagai ancaman serangan cyber. Di situlah profesi keamanan siber seperti cyber security analyst berperan.
Tugas utama analis keamanan siber adalah menilai risiko keamanan digital untuk sebuah perusahaan, dan memberikan saran tentang cara mencegah potensi ancaman.
Tanggung jawab cyber security analyst
Saat menjadi cyber security analyst, kamu akan tergabung dalam tim yang bertanggungjawab untuk memastikan bahwa perusahaan mendapatkan perlindungan dari ancaman eksternal.
Tanggung jawabnya meliputi:
• Menilai keamanan jaringan atau perangkat digital apa pun yang terhubung ke jaringan.
• Menerapkan respons terhadap ancaman untuk meminimalkan risiko serangan.
• Mengembangkan protokol untuk penggunaan yang aman bagi karyawan untuk diikuti.
• Bereaksi terhadap setiap upaya pelanggaran untuk meminimalkan kerusakan.
Gaji cyber security analyst
Analis keamanan siber biasanya karyawan penuh waktu dengan sistem gaji bulanan. Namun, tak menutup kemungkinan kamu akan dipekerjakan paruh waktu atau kontrak.
Baca Juga: 8 Tips Membuat Slide Presentasi yang Tak Hanya Menarik, Tapi Juga Efektif
Berikut adalah gaji rata-rata cyber security analyst, dirangkum dari LinkedIn, Jobstreet, dan GlassDoor:
1. Pemula. Gaji yang diberikan berkisar antara Rp5 juta – Rp8 juta per bulan.
2. Berpengalaman. Dengan pengalaman 2 – 5 tahun, gaji yang diterima berkisar antara Rp6 juta – Rp10 juta per bulan.
3. Senior. Gaji analis keamanan siber senior berpengalaman lebih dari 5 tahun lebih dari Rp10 juta -12 juta per bulan.
Karena pekerjaan ini sebagian besar dapat dilakukan di komputer, banyak pekerja yang bekerja secara remote pada hari-hari tertentu.
Artikel Terkait
BRI Dan KUR Rp175,66 Triliun: Langkah Besar Menuju Ekonomi Kerakyatan yang Maju
6 Cara Agar Si Pewawancara Pemula Bisa Sukses Melakukan Wawancara dengan Para Pelamar
5 Kebiasaan Sederhana Ini Bisa Membuat Kamu Jadi Pemimpin yang Mampu Tingkatkan Produktivitas Tim
5 Transferable Skills yang Pasti Terpakai di Berbagai Jenis Pekerjaan, yang Mana Skill Kamu?
BRI Dukung Ekosistem Digital UMKM dengan Program QRIS UMI Tanpa Biaya MDR
8 Bakat Alami Berikut Ini Menunjukkan Bahwa Kamu Bakal Sukses Dalam Dunia Penjualan
Berapa Target Minimal Durasi Waktu yang Diperlukan Untuk Aktivitas Fisik Agar Kamu Sehat?