Pejuangkantoran.com - Di akhir tahun, banyak orang membagikan pencapaian yang telah diraihnya di media sosial.
Meskipun hal ini terlihat positif dan membanggakan, ada dampak negatifnya, yaitu kecenderungan untuk membandingkan diri dengan orang lain.
Perbandingan diri tersebut bisa menimbulkan perasaan tidak puas, kecemasan, bahkan depresi.
Penelitian dari Kelley School of Business menunjukkan bahwa burnout sering kali muncul karena kelelahan emosional, sikap pesimis terhadap pekerjaan, dan perasaan kurangnya pencapaian pribadi.
Selain itu, studi dari University of Pennsylvania juga menemukan bahwa dengan membatasi penggunaan media sosial, seseorang dapat mengurangi perasaan kesepian dan gejala depresi.
Kedua penelitian tersebut menekankan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memperburuk perasaan membanding-bandingkan dan meningkatkan kelelahan emosional.
Berdasarkan temuan tersebut, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengurangi perbandingan diri, yaitu dengan fokus pada kesadaran diri, kecerdasan emosional, dan pengambilan keputusan berdasarkan nilai-nilai pribadi.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, kamu akan lebih mampu menghadapi media sosial dengan percaya diri.
Baca Juga: Jangan Salah Pilih Teman, Ini 3 Tipe Teman yang Bisa Mempengaruhi Kesuksesan Dirimu
- Hargai kemajuan yang tidak terlihat orang lain
Banyak pencapaian dalam hidup yang tidak diketahui oleh orang lain, seperti mengelola emosi dengan baik, berkomitmen pada kesehatan, atau menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga.
Walaupun hal-hal sederhana tersebut tidak mendapat perhatian orang lain, tetap saja itu semua merupakan kemajuan yang layak disyukuri dan dihargai.
Dengan menghargai pencapaian pribadi yang tidak terlihat oleh orang lain, kamu akan lebih mudah untuk tidak membandingkan diri dengan orang lain.
- Fokus pada hal yang bisa dikendalikan
Kembalikan fokus pada tujuan pribadi yang selaras dengan nilai-nilai diri dan hindari bergantung pada media sosial.
Dengan cara ini, kamu akan lebih mudah melihat perkembangan diri dan lebih sadar akan prestasi yang telah dicapai.
Artikel Terkait
Contoh Bahasa Defensif yang Perlu Dihindari Saat Menghadapi Pelanggan atau Klien yang Marah
Inspirasi Kado Tahun Baru untuk Keluarga dan Teman, Intip di Sini Rekomendasinya
Orang di Kantor: Teman atau Kolega? Bisakah Rekan Kerja Jadi Teman?
3 Red Flags yang Menunjukkan bahwa Kamu Sebaiknya Nggak Liburan Bareng Teman-teman
Ketika Kolega Kantor Alami Masalah Mental Health, Lakukan 6 Langkah Ini Sebagai Teman Atau Atasan
Amarah Hanya Akan Menimbulkan Dampak Buruk di Tempat Kerja. Ini yang Harus Kamu Lakukan!