Career Catfishing, Tak Datang di Hari Pertama Kerja yang Banyak Dilakukan Gen Z. Apa Alasannya?

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 6 Maret 2025 | 10:00 WIB
Gen Z bukan satu-satunya generasi yang berpartisipasi dalam career catfishing ini (Freepik)
Gen Z bukan satu-satunya generasi yang berpartisipasi dalam career catfishing ini (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Salah satu tren dunia kerja yang “diperkenalkan” oleh Gen Z adalah career catfishing. Ini adalah sikap saat seseorang menerima tawaran pekerjaan, tetapi tidak muncul pada hari pertama mereka tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Fenomena baru ini telah memicu perdebatan tentang budaya perusahaan dan etika tempat kerja.

Menurut The New York Post, survei yang dilakukan CVGenius, platform pembuatan resume, menemukan bahwa 34% pekerja Gen Z (berusia 27 tahun ke bawah) mengaku terlibat dalam career catfishing.

Meski dianggap sebagai penegasan kemandirian diri, tren ini dilaporkan merupakan tanggapan terhadap frustrasi yang berasal dari proses perekrutan yang panjang dan lamanya kabar dari manajer perekrutan.

"Survei kami menemukan bahwa para pekerja, khususnya Gen Z, melaporkan memilih cara kreatif untuk mengutamakan diri sendiri sebelum pekerjaannya," jelas para peneliti yang melakukan survei 1.000 kepada karyawan lintas generasi.

Baca Juga: 21% Karyawan Gen Z Tak Ingin Menikah dengan Orang yang Gajinya Lebih Rendah daripada Mereka

Kesenjangan generasi dalam career catfishing

Menariknya, Gen Z bukan satu-satunya kelompok yang berpartisipasi dalam tren ini.

Survei tersebut mengungkapkan bahwa 24% generasi milenial, yang berusia 28 – 43 tahun, juga melewatkan hari pertama kerja mereka setelah menerima tawaran pekerjaan.

Lalu, ada 11% Gen X berusia 44 – 59 tahun dan 7% baby boomers yang berusia 60 tahun ke atas, yang juga melakukannya.

Bagi Gen Z, perilaku ini mencerminkan pola pikir generasi yang lebih luas yang memprioritaskan tujuan dan kesejahteraan pribadi daripada harapan perusahaan secara tradisional.

Ini sejalan dengan tren tempat kerja lainnya seperti quiet quitting, yaitu saat karyawan hanya melakukan pekerjaan minimum yang diperlukan.

Lalu, ada juga coffee badging, yang berarti karyawan muncul sebentar di kantor untuk mencatat kehadiran sebelum kembali bekerja secara remote.

Strategi yang berisiko

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Economic Times

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X