Sering Dipuji Atasan tapi Jabatan Nggak Naik-naik, Ups... Ini Contoh Kurangnya Transparansi pada Karyawan!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 7 Mei 2025 | 14:04 WIB
Ilustrasi: Kurangnya transparansi di tempat kerja bisa terjadi di setiap tahapan karier. (Freepik)
Ilustrasi: Kurangnya transparansi di tempat kerja bisa terjadi di setiap tahapan karier. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Saat ini, sudah banyak karyawan yang mementingkan transparansi di tempat kerja. Meski begitu, masih banyak pemberi kerja yang tak melakukannya.

Karyawan yang sering dipuja-puji atasan tetapi tidak menerima kenaikan jabatan ataupun kenaikan gaji boleh dibilang korban dari tidak ada transparansi di perusahaan.

Kurangnya transparansi di perusahaan bahkan bisa terjadi dalam setiap tahap karier yang sedang dijalani oleh pencari kerja atau karyawan. 

 

Baca Juga: Naik Gajinya Nggak Seberapa, Kerjaan Nambah Terus. Ini Pentingnya Transparansi Sejak Awal!

Situasi apa yang dapat mengindikasikan rendahnya transparansi di perusahaan?

Untuk pencari kerja

Transparansi di tempat kerja tidak hanya berlaku untuk karyawan, tetapi juga bisa pada calon karyawan.

Ini bisa jadi sesuatu yang mendasar, seperti tidak menjelaskan dengan jelas saat wawancara pertama bahwa akan ada tes tambahan yang tidak dibayar, tetapi perlu dilakukan sebagai bagian dari proses wawancara.

Bahkan, yang juga sering terjadi adalah rekruter tidak berterus terang mengenai kisaran gaji yang ditawarkan.

 

Baca Juga: Kurang Tidur Ternyata Bisa Sangat Berpengaruh pada Karir. Ini Pekerjaan yang Paling Berpengaruh!

Ini bisa membuat pencari kerja menjalani seluruh proses hingga akhir, dan baru saat itu mengetahui bahwa gajinya terlalu rendah. 

Menurut penelitian SHRM, lebih dari 80% pekerja AS lebih cenderung mempertimbangkan untuk melamar pekerjaan jika gaji yang ditawarkan dicantumkan dalam lowongan kerja.

Pada saat yang sama, 66% perusahaan yang mencantumkan kisaran gaji pada lowongan pekerjaan mereka, mengatakan bahwa kualitas pelamar meningkat. 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X