Terlalu Baik di Tempat Kerja Malah Bisa Menimbulkan Budaya Buruk, Karena Itu Lakukan Hal-Hal Ini!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 8 Mei 2025 | 13:38 WIB
Menjadi orang yang  (Freepik)
Menjadi orang yang (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Siapa di sini yang lebih memilih tersenyum ketika bertemu dengan situasi yang tidak membuat nyaman di tempat kerja?

Jika kamu salah satunya, kamu tidak sendirian karena banyak orang yang juga melakukannya.

Sebagian besar orang memang memilih pendekatan sederhana yang sama untuk menghadapi ketidaknyamanan: Tersenyum setulus mungkin, bahkan tertawa meski tidak ada yang lucu.

Masalahnya, apakah bersikap terlalu baik seperti ini bisa memberikan dampak buruk?

Masalah dengan menjadi terlalu baik

Ada ironi yang menyedihkan dari menjadi orang yang terlalu baik.

Semakin keras kamu mencoba menggunakan kebaikan untuk menutupi ketidaknyamanan, semakin besar kemungkinannya orang tidak percaya.

Baca Juga: 4 Perilaku Atasan yang Bisa Mendorong Karyawan Sering Melakukan 'Revenge Quitting'

Manusia pada dasarnya mampu menangkap emosi, yang bisa terlihat melalui perilaku nonverbal, seperti nada suara.

Kamu mungkin berpikir melakukan pekerjaan yang baik untuk menutupi kecemasan dengan berbuat baik. Namun, jika kebaikan tidak disampaikan dengan tulus, orang tidak akan percaya.

Memberikan kata-kata baik yang terlalu positif juga menandakan bahwa kamu tidak memperhatikan dan bahkan terlalu sibuk dengan diri sendiri.

Seiring waktu, orang yang menerima kebaikan ini menjadi tidak percaya pada kamu.

Harus melakukan apa sebagai gantinya?

Berikut adalah tiga hal yang dapat kamu lakukan untuk mengubah budaya menjadi “terlalu baik” dengan budaya memberikan kata-kata yang jujur dan bisa dihargai.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: CNBC, Make It

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X