Pejuangkantoran.com - Siapa di sini yang lebih memilih tersenyum ketika bertemu dengan situasi yang tidak membuat nyaman di tempat kerja?
Jika kamu salah satunya, kamu tidak sendirian karena banyak orang yang juga melakukannya.
Sebagian besar orang memang memilih pendekatan sederhana yang sama untuk menghadapi ketidaknyamanan: Tersenyum setulus mungkin, bahkan tertawa meski tidak ada yang lucu.
Masalahnya, apakah bersikap terlalu baik seperti ini bisa memberikan dampak buruk?
Masalah dengan menjadi terlalu baik
Ada ironi yang menyedihkan dari menjadi orang yang terlalu baik.
Semakin keras kamu mencoba menggunakan kebaikan untuk menutupi ketidaknyamanan, semakin besar kemungkinannya orang tidak percaya.
Baca Juga: 4 Perilaku Atasan yang Bisa Mendorong Karyawan Sering Melakukan 'Revenge Quitting'
Manusia pada dasarnya mampu menangkap emosi, yang bisa terlihat melalui perilaku nonverbal, seperti nada suara.
Kamu mungkin berpikir melakukan pekerjaan yang baik untuk menutupi kecemasan dengan berbuat baik. Namun, jika kebaikan tidak disampaikan dengan tulus, orang tidak akan percaya.
Memberikan kata-kata baik yang terlalu positif juga menandakan bahwa kamu tidak memperhatikan dan bahkan terlalu sibuk dengan diri sendiri.
Seiring waktu, orang yang menerima kebaikan ini menjadi tidak percaya pada kamu.
Harus melakukan apa sebagai gantinya?
Berikut adalah tiga hal yang dapat kamu lakukan untuk mengubah budaya menjadi “terlalu baik” dengan budaya memberikan kata-kata yang jujur dan bisa dihargai.
Artikel Terkait
6 Perilaku yang Harus Dihindari Agar Kamu Semakin Dikagumi Seiring Bertambahnya Usia
5 Perilaku Mendasar yang Dibutuhkan Oleh Seorang Pemimpin Agar Efektif Kepemimpinannya
Jadi People Pleaser di Kantor Bisa Bikin Kamu Burnout, Ini Cara untuk Menghentikannya!
Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Suka Mengeluh, Lebih Baik Bilang Langsung atau Ikut Bergabung?
Kata Maaf Memang Magical Word. Berikut Ini Penggunaan yang Tepat di Kantor
Wah, Ini 7 Tanda Kamu Tak Sengaja Jadi “Orang Penting” di Kantor!