Waspada! Meski Punya Tingkat Keterlibatan Kerja yang Lebih Tinggi, Pekerja WFH Juga Merasa Lebih Tertekan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 21 Juli 2025 | 17:03 WIB
Bekerja dari rumah atau WFH, meskipun tingkat keterlibatannya tinggi namun waspadai tingkat stres pekerja. (Google Gemini)
Bekerja dari rumah atau WFH, meskipun tingkat keterlibatannya tinggi namun waspadai tingkat stres pekerja. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Bekerja dari rumah kini sudah jadi hal biasa bagi banyak orang di seluruh dunia.

Bahkan, menurut laporan State of the Global Workplace terbaru, pekerja yang sepenuhnya bekerja dari rumah atau (WFH) merupakan kelompok terbanyak dibandingkan pekerja hybrid dan pekerja yang sepenuhnya dari kantor.

Menariknya, pekerja WFH ini ternyata punya tingkat keterlibatan kerja yang lebih tinggi. Mereka lebih semangat dan merasa lebih terhubung dengan pekerjaan serta timnya.

Salah satu alasannya karena mereka punya otonomi atau kebebasan yang lebih besar.

Mereka bisa mengatur waktunya sendiri, bekerja dengan cara yang paling cocok, dan lebih mudah masuk ke “zona fokus” sehingga pekerjaan bisa selesai dengan lebih efisien.

Namun, jangan salah karena di balik kebebasan itu ada juga tantangan besar.

Data menunjukkan bahwa meskipun mereka terlihat lebih "terlibat", banyak dari mereka merasa kurang bahagia secara keseluruhan.

Hanya 36% pekerja full WFH yang merasa puas dengan hidupnya, dibandingkan 42% pada pekerja hybrid dan yang kadang WFH.

Bahkan, pekerja full WFH juga cenderung lebih sering merasa marah, sedih, stres, dan kesepian dibandingkan pekerja hybrid atau yang sepenuhnya kerja di kantor.

Baca Juga: Ada Yang Harus Dilakukan, Dos, dan Ada yang Harus Dihindari, Don'ts, Saat WFH

Mengapa bisa begitu?

Ini beberapa alasannya:

  1. Jarak fisik membuat jarak emosional

Bekerja dari rumah memang nyaman, tetapi juga bisa bikin kesepian. Tidak ada lagi mengobrol santai di pantry, makan siang bareng rekan kerja, atau candaan di sela rapat.

Semua itu ternyata penting untuk kesehatan mental dan kesejahteraan kamu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Gallup

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X