Optimisme: Kunci Jadi Pemimpin yang Memberi Energi, Bukan Menguras Energi Karyawan

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 13 September 2025 | 22:07 WIB
Ilustrasi: Pemimpin yang penuh energi dan optimisme mampu menciptakan suasana kerja yang sehat. (Freepik)
Ilustrasi: Pemimpin yang penuh energi dan optimisme mampu menciptakan suasana kerja yang sehat. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Mindset seorang pemimpin bisa menentukan arah sebuah organisasi.
Hal ini diyakini oleh Phil Waugh, CEO baru Rugby Australia.

Dalam sebuah wawancara, ia menekankan bahwa kepemimpinan yang baik bukan hanya soal strategi, tetapi juga tentang energi yang kamu bawa ke orang lain.

“Saya pikir penting untuk bisa rentan di waktu tertentu, tapi setelah itu kita harus fokus, punya visi, dan tetap positif. Pemimpin sebaiknya menjadi orang yang memberi energi, bukan menguras energi,” kata Waugh.

Baca Juga: 5 Cara Sederhana untuk Jadi Lebih Optimis, Baik dalam Hidup dan Juga saat Bekerja

Kalimat sederhana ini punya makna besar. Pemimpin yang penuh energi dan optimisme mampu menciptakan suasana kerja yang sehat, mendorong orang lain berkembang, dan tentu saja membuat tim lebih produktif.

Optimisme bisa mengubah suasana kerja

Psikolog positif Suzy Green mengatakan, orang dengan tingkat harapan dan optimisme tinggi biasanya lebih kreatif dalam mencari solusi, lebih gigih mencoba berbagai cara, dan akhirnya memiliki peluang lebih besar untuk sukses.

Hal itu bukan hanya teori, tetapi sudah dibuktikan lewat penelitian. Saat pemimpin menerapkan pendekatan psikologi positif berbasis optimisme, hasilnya cukup mengejutkan, yaitu:

• Jumlah karyawan yang merasa bahagia di tempat kerja naik dari 43% menjadi 62%.
• Tingkat kelelahan turun dari 11% ke hanya 6%.
• Tingkat stres tinggi di kantor berkurang hingga 30%.

Bahkan, riset lain menemukan bahwa karyawan yang optimis, 103% lebih termotivasi untuk memberikan usaha terbaik mereka.

Baca Juga: Merasa Energi Negatif dari Lokasi Syuting Film 'Sukma', Christine Hakim Tersiram Air Panas

Artinya, optimisme tinggi bukan hanya membuat suasana lebih nyaman, tetapi juga langsung berdampak pada kinerja tim.

Optimisme saat ini lebih penting lagi

Beberapa tahun terakhir, banyak pekerja merasa lelah baik secara fisik maupun mental, terutama setelah pandemi COVID-19. Faktanya, survei menunjukkan bahwa tingkat kelelahan pekerja di Australia termasuk yang paling tinggi di dunia.

Inilah sebabnya kepemimpinan yang baik perlu diimbangi dengan optimisme. Bukan berarti masalah akan hilang begitu saja, tetapi optimisme akan membantu melihat peluang di tengah tantangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The CEO Magazine

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X