Punya Pekerjaan dengan Gaji Tinggi tapi Melelahkan, Cari Tahu Kapan Waktunya Bertahan dan Resign

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 22 Oktober 2025 | 20:17 WIB
Ilustrasi: Seringkali pekerjaan dengan gaji tinggi itu bikin kamu kelelahan. Kapan waktu yang tepat untuk resign?  (Freepik)
Ilustrasi: Seringkali pekerjaan dengan gaji tinggi itu bikin kamu kelelahan. Kapan waktu yang tepat untuk resign? (Freepik)

Cara menghadapi pekerjaan yang menekan

Kalau kamu merasa sudah tidak tahan lagi bekerja di tempat yang kamu anggap toxic ataupun terlalu melelahkan, coba dulu beberapa cara ini agar tetap bisa bertahan tanpa kehilangan kewarasan.

Baca Juga: Content Creator Wajib Melakukan Senam Tangan Ini Agar Terhindar dari Cedera Seperti Carpal Tunnel Syndrome!

1. Buat batas waktu kerja yang jelas

Jangan biarkan pekerjaan mengambil alih seluruh hidup kamu. Setelah jam kerja selesai, berhenti mengecek email atau pesan dari kantor. Komunikasikan batasan ini ke atasan dan rekan kerja.

2. Rawat diri di luar jam kerja

Gunakan waktu selepas kantor untuk melakukan hal-hal yang kamu sukai, seperti berolahraga ringan, jalan-jalan, nonton film, atau sekadar istirahat penuh.

Kalau mampu, kamu juga bisa memanfaatkan gaji tinggi untuk hal-hal yang membuat hidup lebih mudah, misalnya langganan makanan sehat atau layanan kebersihan rumah.

3. Tentukan “batas waktu bertahan”

Misalnya, kamu bisa bilang ke diri sendiri, “Aku akan bertahan 12 bulan lagi untuk menabung sampai target tertentu.”

Baca Juga: Penting! TOEFL iBT 2026 Berubah, Tingkat Kesulitan Soal yang Lebih Adaptif dengan Durasi Baru. Apa Maksudnya?

Dengan begitu, kamu punya arah yang jelas dan bisa menghitung mundur sampai waktunya pindah.

Kapan sebaiknya benar-benar resign?

Kalau pekerjaan sudah benar-benar memengaruhi kesehatan fisik atau mental, jangan tunggu lebih lama. Uang memang penting, tetapi kesehatan mental jauh lebih berharga.

Pastikan saja kamu sudah punya rencana finansial sebelum keluar, seperti tabungan darurat atau penghasilan sementara lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X