Sebuah survei dari Resume Builder menemukan bahwa hampir setengah perusahaan kini menggunakan AI untuk menelusuri media sosial kandidat. Jadi, pastikan konten kamu positif, relevan, dan mencerminkan siapa kamu sebenarnya.
- Jangan asal kirim banyak lamaran
Banyak orang berpikir semakin banyak melamar, semakin besar peluang diterima. Padahal, menurut Javier, strategi ini justru sering tidak efektif.
“Gunakan AI untuk mencari lowongan yang paling cocok dengan keahlian kamu, lalu buat lamaran yang benar-benar disesuaikan,” katanya.
Dengan begitu, lamaran kamu akan lebih kuat dan menarik perhatian HRD. Dalam hal ini, kualitas jauh lebih penting daripada kuantitas.
Teknologi seperti AI memang sedang mengubah dunia kerja, tetapi bukan berarti kamu harus takut. Seperti kata Javier, robot tidak akan menggantikan manusia karena itu hanya alat yang bisa membuat kamu bekerja lebih pintar.
Jadi, daripada khawatir, lebih baik belajar beradaptasi dan jadikan AI sebagai rekan kerja yang membantu kamu mencapai karier impian. ***
Artikel Terkait
Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence
6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas
Skill Saja Tidak Cukup, Ini yang Harus Dilakukan Fresh Graduate untuk Bersaing dengan AI
Ternyata Penggunaan AI Tidak Semasif yang Dibayangkan, tapi Penggunanya Punya Kepribadian Unik
AI Makin Canggih! Perkenalkan Centaur, Teknologi yang Bisa Menebak Pola Pikir Manusia
Penggunaan AI Bisa Memudahkan Kamu saat Proses Melamar Pekerjaan, tapi Juga Bisa Menyulitkan