PejuangKantoran.com - Sudah selesai membuat CV yang keren dan rapi? Bagus! Namun, pekerjaan kamu belum selesai sampai di situ. Sekarang saatnya kamu mengecek kehadiran online kamu.
Mengapa? Karena banyak perekrut dan manajer HR sekarang yang tidak hanya membaca CV, tetapi juga “googling” nama kamu untuk tahu seperti apa kamu di dunia maya.
Jadi, sebelum mereka melakukannya, lebih baik kamu duluan yang cek. Begini caranya.
Baca Juga: Mutual Respect Adalah Etika Saling Menghormati. Begini 5 Cara Menerapkan Dalam Lingkungan Kantor
- Coba gunakan komputer yang berbeda
Kalau ingin melihat seperti apa diri kamu di internet, jangan pakai laptop atau HP pribadi. Ini karena biasanya perangkat pribadi sudah login ke akun-akun kamu, seperti Gmail, Instagram, atau LinkedIn, sehingga hasil pencariannya bisa tidak objektif.
Solusinya mudah, yaitu bisa dengan meminjam laptop teman, komputer kantor (kalau boleh), atau datang ke perpustakaan umum. Dengan begitu, kamu bisa lihat hasil pencarian seolah-olah kamu adalah orang lain yang mencari nama kamu.
- Googling nama kamu
Langkah berikutnya adalah buka Google, lalu ketik nama kamu di kolom pencarian.
Gunakan tanda kutip biar hasilnya lebih akurat, misalnya "Rina Putri" bukan Rina Putri. Kalau nama kamu pasaran, tambahkan lokasi atau identitas lain, misalnya “Rina Putri Jakarta”.
Coba juga variasi lain seperti nama panggilan atau nama lengkap dengan nama tengah. Jangan lupa periksa hasil di tab Berita, Gambar, dan Video karena siapa tahu ada hal-hal yang muncul di sana.
Kalau kamu menemukan postingan atau foto lama yang bisa jadi “bumerang” waktu melamar kerja, seperti komentar kasar, posting politik, atau hal-hal yang terlalu pribadi, catat tautannya.
Nanti kamu bisa login dari komputer pribadi untuk menghapusnya. Selain itu, Google juga punya fitur untuk meminta penghapusan data pribadi dari hasil pencarian. Bisa kamu manfaatkan kalau ada hal yang sensitif.
Baca Juga: Penghapusan Tunggakan BPJS Kesehatan Dimulai November 2025, Siapa Saja Peserta yang Diuntungkan?
- Cek media sosial publik kamu
Sekarang waktunya mampir ke akun media sosial yang terbuka untuk umum, seperti X (Twitter), YouTube, atau LinkedIn. Lihat lagi, apakah yang kamu posting di sana sesuai dengan citra profesional diri?
Kalau kamu sering membagikan info seputar dunia kerja, karier, atau hal-hal yang relevan dengan bidang kamu, itu justru bagus. Namun, jika isi akun penuh hal yang tidak relevan atau bisa membuat HR ragu, lebih baik jadikan private dulu.
Artikel Terkait
Belajar Kepemimpinan dari Mandela, Jobs, dan Bezos Bahwa Quit adalah Salah Satu Keterampilan Untuk Itu
Apa Itu Data Entry, yang Sedang Jadi Posisi yang Dicari Pemula atau Pencari Pekerjaan Tambahan
Skills untuk Jadi Data Entry Specialist Nggak Cuma Menguasai Spreadsheet, tapi Juga Soft Skills
Potensi Saja Tidak Cukup, Dunia Kerja 2025 Hanya Percaya Bukti Nyata yang Bisa Kamu Berikan!
Jenuh dengan Pekerjaan Sekarang? Solusinya adalah Pivot dengan Tetap Memerhatikan Hal-hal Berikut!
8 Kalimat yang Bisa Jadi Tanda bahwa Atasan Kamu adalah Bos yang Toxic
6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif
Sering Merasa Biasa-Biasa Saja di Tempat Kerja? Ini Bukti Kamu Jauh Lebih Baik dari yang Kamu Kira!
Contoh Nyata Penerapan Storytelling di Berbagai Divisi dan Cara Taktis Memanfaatkan AI untuk Hal Itu
Mutual Respect Adalah Etika Saling Menghormati. Begini 5 Cara Menerapkan Dalam Lingkungan Kantor