PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan saat ini sudah seperti war tiket konser Coldplay. Begitu melihat lowongan kerja yang tampak menarik, rasanya ingin langsung tekan tombol “apply”. Soalnya, baru tayang 1 jam biasanya sudah ada lebih dari 100 pelamar.
Padahal, kalau kita mau sedikit lebih teliti, narasi dalam lowongan kerja sebenarnya bisa memberi banyak petunjuk penting tentang kondisi perusahaan dan peran yang ditawarkan.
Dari iklan tersebut, kamu bisa melihat beberapa “tanda bahaya” atau red flags yang menandakan budaya kerja perusahaan yang buruk, atau lowongan kerja palsu. Tidak selalu berarti iklan penipuan, tapi kemungkinan hanya merupakan branding dari perusahaan biar dikira eksis terus.
Baca Juga: Rio Dewanto Kangen Soto Banjar dan Ketupat Kandangan Usai Syuting 'Kuyank' Selama Sebulan Lebih
Berikut beberapa di antaranya:
Minim informasi tentang perusahaan. Perusahaan yang sehat dan profesional biasanya memiliki jejak digital yang jelas, baik melalui situs web resmi, media sosial, maupun LinkedIn.
Jika setelah browsing selama beberapa menit kamu tidak menemukan informasi yang meyakinkan, ini patut dicurigai. Ada kemungkinan perusahaan tersebut tidak benar-benar aktif.
Tidak ada rentang gaji. Memang tidak semua lowongan mencantumkan angka, tetapi tidak adanya informasi gaji sering kali menunjukkan perusahaan belum siap atau enggan membayar secara adil.
Istilah seperti “gaji yang kompetitif” kesannya menarik, tetapi tanpa angka yang jelas, mendingan kamu waspada. Kalau bisa, tanyakan sejak awal proses rekrutmen.
Deskripsi tugas tidak jelas. Lowongan yang penuh kata-kata klise tetapi minim penjelasan konkret biasanya menandakan peran tersebut belum didefinisikan dengan baik.
Baca Juga: Apa Saja yang Terkena Potongan Pajak PPh 21 seperti yang Tertera di Slip Gaji Karyawan?
Kalau sejak awal tanggung jawabnya tidak diuraikan dengan jelas, besar kemungkinan kamu akan kebingungan dan kewalahan saat sudah bergabung.
Sering muncul istilah seperti “self-starter”. Ini bisa berarti kamu akan dilepas begitu saja tanpa arahan yang memadai. Kemandirian memang penting, tetapi peran baru tetap membutuhkan dukungan, terutama di masa adaptasi.
Banyak typo dan kesalahan tata bahasa. Lowongan kerja adalah wajah pertama perusahaan. Jika penulisannya terkesan asal-asalan atau tidak profesional, itu mencerminkan kurangnya perhatian terhadap detail dan profesionalisme secara internal.
Lowongan terus-menerus diposting ulang. Ini yang paling sering terjadi, ya nggak sih? Red flags yang satu ini bisa menjadi tanda tingginya tingkat turnover atau keluar-masuk karyawan yang tinggi.
Artikel Terkait
7 Perangkat Rumah Tangga yang Sebaiknya Kamu Cabut dari Stop Kontak!
Ramalan Karier 2026: Zodiak Mana yang Diprediksi Akan Menang Besar di Tempat Kerja
BPOM Temukan Kopi Ilegal Berbahaya yang Bisa Sebabkan Gagal Ginjal dan Masalah Jantung
7 Manfaat "Nggak Mikirin" Pekerjaan Usai Jam Kantor yang Wajib Diketahui dari Bawahan Hingga Bos
Punya Pengalaman dalam Sistem Penggajian? PT Kao Indonesia Buka Lowongan Compensation and Benefit Executive
Waspadai "Pencuri" yang Satu Ini Karena Sering Kamu Lakukan Tapi Tidak Kamu Sadari!
5 Dampak Nyata yang Siap Mengancam Ketika Waktu Tidurmu Tercuri!