Resign dari Lingkungan Kerja yang Toxic Bisa Menyelamatkan Mental, Ini Penjelasan Ilmiahnya

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 4 April 2026 | 08:05 WIB
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Resign karena stres di tempat kerja bukan hal yang memalukan, justru akan membuat kamu lebih lega. (Freepik/Rawpixel)

Keluar dari Lingkungan Toxic = Reset Sistem Saraf

Kabar baiknya, ketika seseorang keluar dari lingkungan kerja yang toxic, tubuh mulai mengalami proses pemulihan.

Sistem saraf yang sebelumnya terus aktif perlahan kembali seimbang. Detak jantung, kualitas tidur, dan kondisi emosional pun mulai membaik.

Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih ringan atau bahkan seperti mendapatkan hidup baru setelah resign dari pekerjaan yang toxic.

Menurut American Psychological Association, terapi memang penting. Namun, jika sumber stres utama tidak dihilangkan, dampaknya seringkali hanya sementara.

Artinya, menghadapi stres kerja bukan hanya soal mengelola, tetapi juga berani mengevaluasi apakah lingkungan tersebut masih layak dipertahankan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X