5 Tanda Stres Mulai Mengganggu Kemampuan Mengambil Keputusan, Salah Satunya Overthinking

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 17 Juni 2026 | 18:10 WIB
Ilustrasi: Saat stres, kamu jadi sulit fokus, dan ini bisa mempengaruhi kemampuan kamu mengambil keputusan. (Unsplash/Resume Genius)
Ilustrasi: Saat stres, kamu jadi sulit fokus, dan ini bisa mempengaruhi kemampuan kamu mengambil keputusan. (Unsplash/Resume Genius)

PejuangKantoran.com - Biasanya kamu gemas melihat anak atau keponakan yang ngoceh-ngoceh dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak terduga. Tapi ada masanya, kamu kesal sekali mendengar ocehan para balita itu.

Kayaknya mengganggu sekali, sampai-sampai tanpa sadar kamu menjawab dengan ketus, "Daffa, bisa diem nggak? Tante nggak bisa mikir nih!" Di saat lain, tiba-tiba kamu jadi merasa kesulitan mengerjakan tugas yang biasanya terasa sangat mudah.

Hati-hati ya, jawaban yang ketus seperti itu belum tentu karena bocah-bocah itu memang nggak ketolong berisiknya. Nge-blank-nya kamu dengan tugas-tugas yang jadi sulit itu bisa jadi tanda bahwa stres diam-diam sedang mengacaukan kemampuan kamu mengambil keputusan.

Baca Juga: Cowok Ini Terekam Lagi Kerja Pakai Laptop saat Naik Unta di Gurun Sahara, Definisi WFA Sesungguhnya!

Saat kita stres, otak kita otomatis masuk ke mode bertahan hidup (survival mode). Logika sehat langsung hilang, dan insting untuk lawan atau lari (fight-or-flight) mengambil alih.

Dr. Julie Smith, seorang psikolog klinis sekaligus penulis buku best seller Why Has Nobody Told Me This Before?, menjelaskan, kita perlu mengenali tanda-tanda ini sebelum stres benar-benar merusak penilaian objektif kita.

Menurutnya, ada lima tanda tersembunyi bahwa stres sedang mempengaruhi otak kamu:

Gampang marah tanpa alasan jelas

Dr. Smith menjelaskan bahwa sifat lekas marah atau sensitif adalah tanda utama sistem saraf kamu sedang dalam bahaya. Ketika stres lagi tinggi-tingginya, kesabaran kamu bakal jadi setipis tisu.

Kamu jadi gampang berdebat dengan orang-orang terdekat hanya karena hal-hal kecil. Meja yang berantakan, komentar di media sosial, atau lambat membalas pesan sehingga bikin kamu meledak.

Baca Juga: Film 'Saat Aku Bersuara' Hadirkan POV Penyintas Kekerasan Seksual Melawan Budaya Pembungkaman

Reaksi kamu jadi ekstrem karena otak terus-menerus mendeteksi ancaman, sehingga kamu sulit merespons dengan tenang. Akibatnya, perilaku impulsif (asal bertindak) jadi kebiasaan baru.

Menunda-nunda tugas yang biasanya gampang banget

Tiba-tiba saja, semua pekerjaan terasa berat sekali. Bahkan tugas harian yang simpel, seperti mengirim email, rasanya sangat menguras tenaga. Penundaan (procrastination) seperti ini adalah tanda stres yang sangat jelas.

Kebanyakan orang mengira menunda pekerjaan itu karena kita malas. Padahal, sering kali itu adalah respons tubuh terhadap stres. Otak kamu sudah terlalu lelah, sehingga tugas sederhana pun terasa jauh lebih berat dari aslinya. Hal ini jelas mengganggu kemampuan kamu untuk berpikir jernih saat harus mengambil keputusan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Times of India

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X