Waspada, Turnover Karyawan Bisa Diprediksi dari Tanda-tanda Awal Seperti Ini

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 April 2023 | 11:35 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang dibebani tugas itu-itu saja bisa membuat mereka memutuskan resign. (Freepik/Contributor Thailand)
Ilustrasi: Karyawan yang dibebani tugas itu-itu saja bisa membuat mereka memutuskan resign. (Freepik/Contributor Thailand)

PejuangKantoran.comEmployee turnover, atau turnover karyawan, atau perputaran karyawan adalah persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan dalam periode waktu tertentu.

Tingkat turnover karyawan yang tinggi bisa merugikan dan mengganggu bisnis, sementara tingkat perputaran yang rendah dapat menunjukkan tempat kerja yang sehat dan produktif.

Ada banyak faktor yang menyebabkan turnover karyawan, di antaranya kepuasan kerja, gaji dan tunjangan, budaya perusahaan, dan beban kerja.

Baca Juga: Mengapa Perusahaan Melakukan PHK Jarak Jauh Ketika Karyawan Sedang Bekerja dari Rumah?

Situasi ini menjadi tantangan bagi para HRD karena jika salah strategi dalam mengantisipasinya, bukan tidak mungkin perusahaan akan kehilangan banyak karyawan.

Penelitian dari Wharton menunjukkan bahwa pemberian tugas kepada karyawan  punya peranan penting dalam menentukan apakah karyawan tersebut akan betah bekerja, atau justru memutuskan untuk resign.

Para peneliti menemukan fakta, ketika orang diberi banyak tugas yang rumit dan menantang secara berturut-turut, mereka cenderung akan berhenti bekerja dibandingkan jika beban kerjanya dipenuhi dengan tugas yang lebih mudah.

Dari penelitian tersebut, para ahli percaya bahwa pemberian tugas yang sesuai dan tidak terlalu berat dapat diterapkan oleh manajer untuk memastikan karyawan tetap loyal dan tidak ingin berhenti bekerja.

Hasil penelitian ini memperkuat penelitian Teresa Amabile dari Harvard, yang terkenal dengan teorinya bahwa motivasi pekerja sangat dipengaruhi oleh apakah mereka membuat kemajuan atau tidak.

Jika sebagian besar pekerjaan karyawan sangat sulit, maka mereka mudah merasa stuck dan tidak mengalami kemajuan sama sekali.

Kalau hal ini masih ditambah dengan tekanan mental saat mengerjakan proyek yang rumit, karyawan makin mudah kehilangan motivasi.

Baca Juga: 8 Kompetensi yang Disukai HRD dari Calon Karyawan: Siapin Dulu Yuk!

Pertimbangkan sisi psikologis karyawan

Saat mempraktikkan temuan ini, peneliti mendesak para manajer untuk mempertimbangkan sifat psikologis “peak-end rule” karyawan.

Ini adalah kondisi psikologis yang menunjukkan bahwa orang cenderung menilai suatu peristiwa berdasarkan hasil akhirnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X