kubikel

Awas, Orang-orang dengan Profesi Ini Disebut Sering Selingkuh!

Rabu, 8 November 2023 | 20:51 WIB
Ilustrasi: jenis pekerjaan yang paling sering selingkuh (Pexels.com/ Andrea Piacquadio)

PejuangKantoran.com - Tak ada yang tahu mengapa seseorang selingkuh. Setiap orang punya potensi selingkuh. 

Namun tahukah Anda bahwa beberapa profesi lebih cenderung selingkuh dibandingkan profesi lainnya?

Sebuah survei baru menemukan bahwa industri-industri tertentu memiliki lebih banyak pelaku selingkuh dibandingkan industri lainnya.

Industri yang bekerja di bidang penjualan adalah industri yang paling mungkin melakukan perselingkuhan, sedangkan industri yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan farmasi adalah industri yang paling kecil kemungkinannya untuk melakukan selingkuh.

Baca Juga: Pemecatan Ketua MK Anwar Usman Tak Serta Merta Perbaiki Krisis Konstitusi

Penelitian tersebut mengamati 3.800 orang dewasa dari seluruh penjuru dan menemukan bahwa hampir setengah dari mereka, atau 1.644 responden, mengaku melakukan perselingkuhan.

Penelitian terbaru dari situs perselingkuhan Illicit Encounters menemukan bahwa lebih dari separuh (53%) pernikahan yang pernah mengalami perselingkuhan bisa pulih setelah mengatasi masalah mereka - dan alasan utama perselingkuhan adalah kurangnya keintiman fisik atau emosional dalam hubungan mereka saat ini.

Dari responden yang mengaku melakukan kecurangan, lebih dari satu dari 10 (14,5%) bekerja di profesi penjualan, menurut survei dari RANT Casino, yang diikuti oleh mereka yang bekerja di bidang pendidikan (profesor, guru, dan dosen) sebesar 13,7 %.

Profesi ketiga yang paling mungkin melakukan kecurangan adalah petugas kesehatan seperti dokter, dengan 12,5% mengaku melakukan kecurangan, diikuti oleh transportasi dan logistik (9,8%), perhotelan dan manajemen acara (7,7%) serta teknik dan manufaktur.

Baca Juga: Alasan Bio One Langsung Pakai Kostum Karakter Saat Latihan Adegan Pertaruhan The Series 2

Profesi yang paling mungkin selingkuh:

Marketing - 14,5%

Guru, pelatihan dan pendidikan - 13,7%

Perawatan Kesehatan - 12,5%

Halaman:

Tags

Terkini