PejuangKantoran.com - Tak ada yang tahu mengapa seseorang selingkuh. Setiap orang punya potensi selingkuh.
Namun tahukah Anda bahwa beberapa profesi lebih cenderung selingkuh dibandingkan profesi lainnya?
Sebuah survei baru menemukan bahwa industri-industri tertentu memiliki lebih banyak pelaku selingkuh dibandingkan industri lainnya.
Industri yang bekerja di bidang penjualan adalah industri yang paling mungkin melakukan perselingkuhan, sedangkan industri yang bekerja di bidang ilmu pengetahuan dan farmasi adalah industri yang paling kecil kemungkinannya untuk melakukan selingkuh.
Baca Juga: Pemecatan Ketua MK Anwar Usman Tak Serta Merta Perbaiki Krisis Konstitusi
Penelitian tersebut mengamati 3.800 orang dewasa dari seluruh penjuru dan menemukan bahwa hampir setengah dari mereka, atau 1.644 responden, mengaku melakukan perselingkuhan.
Penelitian terbaru dari situs perselingkuhan Illicit Encounters menemukan bahwa lebih dari separuh (53%) pernikahan yang pernah mengalami perselingkuhan bisa pulih setelah mengatasi masalah mereka - dan alasan utama perselingkuhan adalah kurangnya keintiman fisik atau emosional dalam hubungan mereka saat ini.
Dari responden yang mengaku melakukan kecurangan, lebih dari satu dari 10 (14,5%) bekerja di profesi penjualan, menurut survei dari RANT Casino, yang diikuti oleh mereka yang bekerja di bidang pendidikan (profesor, guru, dan dosen) sebesar 13,7 %.
Profesi ketiga yang paling mungkin melakukan kecurangan adalah petugas kesehatan seperti dokter, dengan 12,5% mengaku melakukan kecurangan, diikuti oleh transportasi dan logistik (9,8%), perhotelan dan manajemen acara (7,7%) serta teknik dan manufaktur.
Baca Juga: Alasan Bio One Langsung Pakai Kostum Karakter Saat Latihan Adegan Pertaruhan The Series 2
Profesi yang paling mungkin selingkuh:
Marketing - 14,5%
Guru, pelatihan dan pendidikan - 13,7%
Perawatan Kesehatan - 12,5%
Artikel Terkait
Karyawan Muda Dihadapkan pada Pilihan Kerja Hybrid atau Kerja Senin-Kamis, Apa Pilihan Mereka?
Ini Cara Jawab Pertanyaan HRD saat Wawancara Kerja, "Apa Kelemahan Kamu?"
Apakah Boleh Pelamar Keberatan Langsung Ditelepon oleh HRD? Wajarkah Jika HRD Balik Marah?
Art Therapist, Profesi Sepi Peminat dengan Cuan Memikat
Cara HRD Menghubungi Pelamar Sebaiknya Melalui Email, Chat, atau Telepon?
Jangan Keliru, Ini Beda HRD dengan Talent Management dan Talent Acquisition
INFOGRAFIS: Cara Jitu Jawab Pertanyaan 'Apa Kelemahan Terbesarmu' Saat Interview Kerja
Perbedaan Antara Talent Management dan Talent Acquisition, Ini Tugas dan Manfaatnya!
UU ASN Sudah Diteken Jokowi, Pegawai Honorer di Instansi Pemerintah Resmi Dihapus pada 2024
Dior Disebut Ganti Model Bella Hadid Karena Bela Palestina, Warganet #BoycottDior
Besok Jumat Saat Hari Pahlawan, Libur Nggak Sih? Betulkah Masih Ada Cuti Bersama?
Selain Bir, Ini Minuman Pas untuk Teman Makan Pizza
Jelang Konser Coldplay di Jakarta, Penonton Wajib Taati Panduan Nonton dari Promotor
3 Cara Praktis Menghapus Email yang Sudah Tidak Diperlukan, Simpan Lifehack Gmail Ini!
Alasan Bio One Langsung Pakai Kostum Karakter Saat Latihan Adegan Pertaruhan The Series 2
Compensation and Benefits Tak Harus Bernilai Finansial, tapi Bikin Karyawan Merasa Dihargai
Pengamat: Di Akhir Jabatan, Keluarga Jokowi Berubah Jadi Bangsawan Baru
Pemecatan Ketua MK Anwar Usman Tak Serta Merta Perbaiki Krisis Konstitusi