kubikel

7 dari 10 Pelamar Berbohong di CV atau Melebih-lebihkan Kemampuan, Saat Wawancara Baru Ketahuan!

Kamis, 30 November 2023 | 19:27 WIB
Ilustrasi: Sebanyak 7 dari 10 pelamar kerja sekarang ini cenderung berbohong mengenai kemampuannya di CV. (Freepik/Drazen Zigic)

Cari tahu riwayat keluarga dan kriminal pelamar. Jika informasi yang diberikan bertentangan dengan temuan pemeriksaan latar belakang, kredibilitas akan mulai menurun.

3. Pemeriksaan referensi

Hubungi orang-orang yang dicantumkan kandidat dalam kolom referensi untuk memastikan karakter mereka. Ketidakkonsistenan dalam informasi dapat muncul selama pemeriksaan ini, terutama jika menggunakan referensi palsu.

Baca Juga: Networking Telah Terbangun, JAFF-NETPAC 2023 Akan Luncurkan Program Baru: JAFF Market

4. Tidak konsisten dalam wawancara

Berbohong selama wawancara adalah hal yang berisiko. Kegugupan atau ketidakmampuan untuk menjawab pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan dapat menimbulkan kecurigaan.

Jika perekrut yang menyadari adanya ketidakkonsistenan, jangan ragu melakukan investigasi lebih lanjut.

5. Verifikasi latar belakang pendidikan

Pemberi kerja dapat memverifikasi kredensial pendidikan kandidat dengan menghubungi institusi atau menggunakan layanan pihak ketiga. Pemalsuan prestasi akademik dapat terungkap melalui pemeriksaan ini.

6. Penilaian pekerjaan

Beberapa perusahaan memasukkan tes keterampilan dalam proses perekrutan. Perbedaan antara keterampilan yang diklaim dan nilai tes juga bisa mengungkap ketidakjujuran pelamar.

Baca Juga: Ajukan Cuti Melahirkan, Status Karyawan PT WRP Malah Diturunkan Jadi Freelancer dan Berakhir Di-PHK

7. Informasi resume yang tidak konsisten

Periksa setiap komponen lamaran untuk mengetahui koherensi. Ketidakkonsistenan dalam jabatan, tugas, atau jenjang karir yang berlebihan dapat memicu investigasi lebih dalam.

8. Kurangnya penjelasan

Halaman:

Tags

Terkini