Untuk mengurangi tingkat stres yang dirasakan, para peneliti mencoba menyesuaikan frekuensi istirahat fisik yang mereka lakukan.
Rata-rata, para peneliti mengambil satu kali istirahat fisik setiap dua jam. Namun, ketika aktivasi simpatik meningkat 50%, frekuensi istirahat dilakukan dua kali lipat untuk mengatasinya.
Jadi, lain kali jika kamu menghadapi deadline saat bekerja dan membuatmu merasa lebih stres, cobalah untuk tenanglah karena hal itu mungkin tidak seseram yang kamu pikirkan. Apalagi jika deadline memang sudah menjadi “makanan” sehari-hari di kantor.
Daripada takut dengan deadline, lebih baik mencari cara agar bisa melakukan pekerjaan dengan lebih efisien sehingga kamu tidak perlu bekerja sambil merasa sedang dikejar-kejar oleh deadline. (Elga Windasari)