Untuk mengurangi tingkat stres yang dirasakan, para peneliti mencoba menyesuaikan frekuensi istirahat fisik yang mereka lakukan.
Rata-rata, para peneliti mengambil satu kali istirahat fisik setiap dua jam. Namun, ketika aktivasi simpatik meningkat 50%, frekuensi istirahat dilakukan dua kali lipat untuk mengatasinya.
Jadi, lain kali jika kamu menghadapi deadline saat bekerja dan membuatmu merasa lebih stres, cobalah untuk tenanglah karena hal itu mungkin tidak seseram yang kamu pikirkan. Apalagi jika deadline memang sudah menjadi “makanan” sehari-hari di kantor.
Daripada takut dengan deadline, lebih baik mencari cara agar bisa melakukan pekerjaan dengan lebih efisien sehingga kamu tidak perlu bekerja sambil merasa sedang dikejar-kejar oleh deadline. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Menurut Kamu, Kantor Sepi atau Kantor Bising yang Bikin Kita Lebih Mudah Konsentrasi?
5 Tipe Manajer yang Dibutuhkan Setiap Perusahaan, dari yang Kreatif sampai yang Pencari Bakat
Contoh Jawaban dari Pertanyaan Emotional Quotient yang Biasa Diajukan saat Wawancara Kerja
7 Istilah di Dunia Kerja yang Cenderung Jadi Norma Baru, Karyawan Harus Lebih Peka
Ingin Melakukan Career Switch dan Mencoba Bidang Pekerjaan Lain? Pikirkan Dulu Hal Ini!
7 dari 10 Pelamar Berbohong di CV atau Melebih-lebihkan Kemampuan, Saat Wawancara Baru Ketahuan!
Generasi Sekarang Lebih Terbuka soal Gaji, Perusahaan pun Harus Utamakan Transparansi Gaji?
Sekarang Bukan Hanya Feedback yang Penting bagi Karyawan, tapi Juga Feedforward
Pentingnya Feedforward untuk Karyawan, Bisa Membantu Menemukan Calon Leader Potensial
6 Tanda Kamu Terancam Kehilangan Pekerjaan, Salah Satunya Tak Diajak Konsultasi soal Pekerjaan