kubikel

Agar Tidak Kecewa, Begini Cara Menyampaikan bahwa Karyawan Belum Siap untuk Dipromosikan

Kamis, 14 Desember 2023 | 14:55 WIB
Ilustrasi: Bagaimana cara menyampaikan bahwa karyawan belum siap dipromosikan, tanpa membuatnya kehilangan harapan? (Freepik/Creative Art)

PejuangKantoran.com - Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan karyawan di perusahaan sangat berkorelasi dengan perkembangan karir. Selain itu, perencanaan karir dan pengakuan dari manajer juga memainkan peran kunci.

Namun, mendiskusikan kesempatan naik jabatan dengan karyawan adalah tantangan bagi manajer. Apalagi untuk karyawan yang ingin sekali naik jabatan, tetapi belum siap untuk mendapatkannya.

Itulah mengapa manajer harus memahami cara menyampaikan bahwa karyawan belum siap dipromosikan, supaya tidak menimbulkan kebingungan dan kekecewaan pada anggota tim.

Baca Juga: Separuh dari Pekerja Shift Malam Mengalami Masalah Kelainan Tidur, Kebanyakan Karyawan Muda

Lalu bagaimana cara menyampaikan bahwa karyawan belum siap dipromosikan?

Menurut Luis Velasquez, MBA, PhD, seorang pelatih eksekutif, manajer yang mengambil pendekatan terstruktur sebagai cara menyampaikan bahwa karyawan belum siap dipromosikan, jauh lebih berhasil dalam menanganinya.

Keberhasilan tidak hanya terlihat dalam menjaga hubungan kerja yang positif setelah percakapan, tetapi juga menyusun rencana untuk perkembangan karir di masa depan.

Jika dilakukan dengan benar, berbicara langsung dengan karyawan merupakan pendekatan yang saling menguntungkan.

Alasannya karena karyawan akan lebih paham tentang posisinya, tetap merasa dihargai, dan dibekali dengan rencana yang memotivasi dirinya untuk terus maju.

Kuncinya, manajer harus melakukan pendekatan dengan empati, dukungan, dan pola pikir yang berfokus pada masa depan.

Baca Juga: Kena Dampak Duduk Terlalu Lama, Sinyal Pekerja Kantoran Butuh Fisioterapi

1. Empati

Mulailah dengan mengakui upaya karyawan, memvalidasi perasaannya, dan meyakinkan bahwa kerja keras yang dilakukannya tidak luput dari perhatian.

Hindari menyampaikan hal ini seolah menyampaikan berita buruk. Sebaliknya, ubah menjadi pola pikir mengembangkan pemahaman bersama. Pendekatan ini dapat meredakan kekecewaan dan menumbuhkan dialog yang lebih positif dan terbuka.

Katakan, misalnya, "Saya sadar betapa kerasnya kamu bekerja dan dedikasi yang sudah kamu tunjukkan dalam pekerjaanmu. Saya tahu kamu sangat menantikan promosi, dan saya mau kamu tahu bahwa saya melihat dan menghargai upayamu."

Halaman:

Tags

Terkini