Akibat meeting berlangsung lebih dari 2 jam
Survei mengungkapkan, selama ini terjadi beda kepentingan antara para eksekutif dan staf. Eksekutif menginginkan banyak meeting agar pekerjaan berjalan dengan baik, sementara staf merasa hal itu mengakibatkan kelangkaan waktu mereka untuk tugas-tugas penting.
Akibat terlalu banyak atau terlalu lama meeting, pekerja terpaksa untuk memperpanjang jam kerja, bahkan mengaburkan batas antara waktu profesional dan pribadi.
Hal ini pada akhirnya mempengaruhi keseimbangan kehidupan kerja dan, akibatnya, produktivitas mereka dalam bekerja.
Hal tentu saja tidak hanya memengaruhi ketidaknyamanan pekerja, tetapi juga merugikan perusahaan.
Jika pekerja tidak produktif, maka perusahaan besar mengalami kerugian karena pekerjaan justru semakin lebih lama selesai dan dengan hasil yang tidak maksimal.
Perusahaan harus segera bertindak
Sebelum benar-benar mengalami kerugian, perusahaan harus mendorong pencarian solusi yang layak.
Seperti contoh di atas, strategi yang dilakukan bisa berkisar antara diadakannya hari atau bahkan minggu bebas meeting hingga mengembangkan alat estimasi biaya untuk rapat.
Selain itu, gunakan atau buat alat untuk membuat intisari meeting yang bisa didistribusikan dengan bertujuan untuk mengurangi jam rapat yang berkepanjangan.
Dengan melakukan langkah-langkah inovatif tersebut, perusahaan akan merampingkan waktu komunikasi antara eksekutif dan staf, serta mengurangi ketergantungan pada sesi meeting yang panjang. (Elga Windasari)