Di sinilah ketangguhan sangat diperlukan. Sebagai pemimpin, jangan merasa terlalu nyaman dan terlalu santai dalam menjalankan pekerjaan. Selalu ingat bahwa kamu akan dengan mudah disingkirkan pada saat-saat ini.
Jadi, selalu miliki plan B untuk pekerjaan dan karir. Tetap terbuka pada semua pilihan dan pertimbangkan jalur karir lain yang berkontribusi dengan keahlian kamu, seperti menjadi konsultan, freelancer, atau bekerja di industri lain.
Baca Juga: Berbagai Aktor Pemeran Joker Dalam Film Live Action, Dua Meraih Piala Oscar
4. Melek teknologi dan AI
Analisis dari Statista mengenai keterampilan yang akan meningkat antara 2023 dan 2027 menyebutkan, literasi teknologi terdaftar sebagai keterampilan paling penting ketiga di mana 68% pemberi kerja mempertimbangkan hal ini.
Survei tersebut dilakukan kepada lebih dari 800 perusahaan global dan mewakili lebih dari 11,3 juta karyawan di seluruh dunia.
Jika kamu sebagai pemimpin ingin menerapkan AI dalam pekerjaan dan mendorong penggunaannya secara etis, maka literasi teknologi menjadi skill yang mutlak perlu kamu kuasai.
Kamu harus bisa mendidik diri sendiri tentang AI dan AI Generatif, terminologi yang melingkupinya, risiko yang bisa terjadi, dan mengetahui cara menggunakannya secara etis.
5. Akal dan kreativitas
Kedua keterampilan ini menjadi lebih penting lagi sejak diperkenalkannya AI. Butuh penalaran dan penilaian manusia agar dapat menggunakan teknologi tersebut secara efektif untuk membantu pekerjaan, bukan menggantikannya.
Baca Juga: Punya Banyak Uang, tapi Tidak Merasa Cukup? Kamu Mungkin Salah Paham tentang Persepsi Orang Kaya
“Lebih dari 70% perusahaan yang disurvei menganggap pemikiran kreatif dan pemikiran analitis sebagai keterampilan yang paling diharapkan untuk meningkat antara 2023 dan 2027,” tulis Statista.
Meskipun AI unggul dalam tugas-tugas administratif dan pekerjaan rutin di tingkat dasar dan dapat digunakan untuk membantu menghasilkan ide, tetapi AI tetap membutuhkan bantuan untuk memecahkan masalah nyata.
Jadi, inilah keterampilan yang dibutuhkan manajer tahun 2025, salah satunya menggunakan AI untuk meningkatkan rasa ingin tahu, mengasah cara berpikir yang tidak biasa, dan melahirkan inovasi. (Elga Windasari)