Di Inggris, situasinya bahkan lebih parah. Dilaporkan ada 90% karyawan yang tidak terlibat atau secara aktif melepaskan diri dari pekerjaannya.
Ketidakaktifan ini memunculkan dampak signifikan bagi perusahaan, seperti meningkatnya jumlah karyawan yang absen, turnover karyawan, dan menurunnya motivasi para pekerja.
Kurangnya inisiatif atau komitmen terhadap pekerjaan ini juga menyebabkan ikatan yang lemah antara pekerja dan perusahaan.
Akhirnya, peluang untuk naik ke posisi yang lebih tinggi juga menjadi kecil.
Dampak negatif promosi diam-diam
Promosi diam-diam, atau sering juga disebut quiet promotion, terjadi ketika pekerja diberikan tanggung jawab lebih tanpa adanya kenaikan gaji. Biasanya ini disebabkan keterbatasan anggaran sehingga umum dilakukan perusahaan.
Namun, promosi seperti ini justru bisa membuat pekerja merasa kurang dihargai.
Semakin tinggi posisi yang dicapai, karyawan harusnya menjadi lebih berharga di pasar kerja.
Jika ini tidak terjadi, karyawan cenderung akan mencari perusahaan lain yang lebih menghargai kontribusinya.
Manajemen yang semakin kurang menjanjikan
Salah satu tren yang berkembang dalam dunia kerja saat ini adalah unbossing, yaitu mengurangi atau bahkan menghilangkan lapisan manajemen menengah dalam perusahaan.
Baca Juga: Zona Merah, Series Lokal Pertama yang Menggambarkan Tegangnya Dikejar-kejar Zombie
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi dengan mengurangi jumlah manajer.
Sayangnya, cara ini juga justru bisa membuat manajemen di banyak perusahaan terasa kurang menjanjikan dan tidak lagi memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berkembang. (Elga Windasari)