Teknologi tersebut juga dapat membuat kandidat terlihat seperti sedang memikirkan jawaban dari sebuah pertanyaan, padahal sebenarnya menggunakan AI untuk menjawabnya.
Ini membuat kandidat yang potensial bisa terlihat palsu.
Penggunaan AI di kalangan HR
Meskipun fungsi utama AI mungkin bukan untuk memilah-milah aplikasi yang dihasilkan oleh AI, HR biasanya menggunakan alat bantu AI untuk meningkatkan sumber daya dan melakukan pekerjaan yang lebih tepat sasaran.
Daripada mencari kandidat dengan pengalaman bertahun-tahun di bidang pekerjaan tertentu, perekrut dan profesional HR dapat menggunakan alat bantu AI untuk mencari kandidat yang lebih spesifik.
Baca Juga: Cara Pintar Menarik Perhatian HR dengan Lamaran yang Kamu Kirimkan
“Jika saya menginginkan chief marketing officer di sebuah perusahaan dengan pendapatan tertentu, sekarang sudah ada alat untuk itu,” kata Eubanks.
Jadi, alat AI yang digunakan HR memberikan kedalaman dan keluasan yang lebih dari yang dapat dilakukan oleh seseorang secara mandiri.
“Kami melihat perusahaan-perusahaan menggunakan alat bantu seperti itu, terutama untuk peran eksekutif, agar memiliki daftar pendek dengan lebih cepat,” tambahnya.
Pilihan merekrut dari dalam
Meski perekrutan akan terus terjadi, tetapi mungkin dengan sedikit moderasi, ada satu hal yang mungkin akan lebih sering dilakukan perusahaan, yaitu merekrut dari dalam.
Menurut Adrian Shackelford, direktur layanan konsultasi SDM di McLean & Co., perusahaan bisa memanfaatkan pekerja yang mencari peluang kepemimpinan.
Selain itu, perusahaan juga dapat meningkatkan retensi dengan memprioritaskan kemajuan internal daripada merekrut dari dalam.
“Menyeimbangkan antara merekrut talenta baru dengan merekrut dari dalam akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa perusahaan berjalan secara efektif,” katanya. (Elga Windasari)