Meski Membantu, AI Juga Bisa Merugikan Pencari Kerja. HR Makin Sudah Dapat Calon Karyawan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Januari 2025 | 11:05 WIB
Mennganda;kan AI dalam mencari kerja tak selalu menguntungkan. (Freepik)
Mennganda;kan AI dalam mencari kerja tak selalu menguntungkan. (Freepik)

Pejuangkantoran.com - Dengan adanya teknologi AI, banyak pencari kerja yang berharap bisa terbantu untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal tersebut juga berlaku pada para pencari tenaga kerja. Tak sedikit HR yang memanfaatkan AI untuk mendapatkan talenta terbaik.

Namun, penggunaan AI nyatanya tak terlalu membantu. Mengapa? Ini penjelasannya.

Cara pencari kerja menggunakan AI

AI menjadi cara bagi calon karyawan potensial untuk melamar ke banyak pekerjaan secara bersamaan. 

Program seperti LazyApply dan LoopCV memungkinkan orang untuk secara otomatis melamar ke ratusan pekerjaan secara bersamaan tanpa harus menyesuaikan resume atau bahkan mencari perusahaan tempat ingin bekerja.

Menurut Ben Eubanks, kepala penelitian di Lighthouse Research & Advisory, hal ini justru membuat proses perekrutan menjadi “jauh lebih sulit”.

Secara tidak langsung, ini justru membuat lamaran mereka lebih kecil kemungkinannya dilihat oleh pemberi kerja.

Bayangkan, memeriksa 20 lamaran saja sudah cukup melelahkan, apalagi memiliki 200 lamaran.

Baca Juga: Stella Christie: Manfaatkan AI dengan Bijak Agar Tidak Kalah dari Teknologi

Hasilnya tak sesuai ekspektasi

Cara ini juga sebenarnya tak membuat pelamar lebih banyak mendapatkan tanggapan. Contohnya seorang programmer yang bisa melamar ke 5.000 pekerjaan melalui alat AI, hanya menerima 20 undangan wawancara sebagai tanggapan.

Padahal, jumlah tersebut bisa didapatkannya jika dia melamar secara manual ke 200 – 300 pekerjaan.

Belum lagi dengan kandidat yang menggunakan alat AI untuk membuat wajah palsu sehingga mereka tidak perlu duduk di depan komputer untuk wawancara video.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Yahoo Finance

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X